ATAMBUA, The East Indonesia – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kepolisian Resor Belu menggelar aksi sosial dan nasionalisme di wilayah perbatasan RI-Timor Leste (RDTL).
Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, memimpin langsung pembagian paket sembako serta bendera Merah Putih secara door-to-door untuk warga Dusun Asulait, Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Langkah nyata ini diambil bukan sekadar sebagai agenda rutin kepolisian, melainkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat rasa cinta tanah air di beranda terdepan NKRI.
Dusun Asulait sendiri merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste.
Perjalanan menyusuri tapal batas ini tidaklah mudah. Memulai perjalanan dari Mapolres Belu menggunakan sepeda motor, Kapolres beserta jajaran yang terdiri dari Kasat Samapta, Kaur Bin Ops Samapta, Kapolsek Tasifeto Timur, serta Kanit Turjawali harus menaklukkan medan tersebut.
Rombongan terpaksa menerjang jalanan berbatu, menyeberangi sungai, hingga berjalan kaki untuk bisa menjangkau rumah-rumah warga.
Setibanya di lokasi, kehadiran aparat kepolisian disambut hangat oleh masyarakat setempat.
Kapolres Belu bersama anggotanya langsung bergerak menyambangi rumah warga satu per satu untuk menyerahkan bantuan bahan pokok (sembako).
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga perbatasan di tengah persiapan merayakan hari kemerdekaan.
Selain sembako, Kapolres Belu juga membagikan bendera Merah Putih baru.
Tidak hanya menyerahkan begitu saja, AKBP I Gede Eka Putra Astawa bahkan turun tangan langsung membantu warga memasang tiang bendera di halaman rumah mereka.
Bagi rumah warga yang kedapatan masih mengibarkan bendera lusuh atau robek, Kapolres Belu langsung menggantinya dengan kain Merah Putih yang baru dan layak.
Kapolres Belu menegaskan bahwa aksi ini membawa misi ganda, yaitu memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif sekaligus membakar kembali semangat nasionalisme warga perbatasan.
Menurutnya, masyarakat di tapal batas adalah penjaga kedaulatan bangsa yang harus terus didukung, baik dari segi kesejahteraan maupun pemeliharaan semangat kebangsaannya menjelang perayaan proklamasi 17 Agustus 2026.
“Patroli cipta kondisi ini intinya untuk memberikan jaminan rasa aman dan memastikan situasi Atambua dan wilayah di perbatasan dalam keadaan kondusif khususnya menjelang HUT RI tahun ini. Dan hasil pengamatan kami di lapangan, situasi secara umum aman terkendali,” ungkap Kapolres Belu.
Ditambahkan, “Dan bertepatan dengan momen HUT RI, kami sekaligus bersilaturahmi ke rumah-rumah warga dengan membagikan bendera merah putih dan sembako karena banyak rumah yang Kita saksikan belum memasang bendera merah putih padahal peringatan HUT RI sudah dekat”.
Mengenai masih rendahnya kesadaran masyarakat mengibarkan bendara merah putih, Kapolres Belu mengungkapkan bahwa penyebab lainnya adalah masih kurangnya masyarakat menghargai jasa-jasa para Pahlawan yang telah gugur demi tegaknya NKRI.
“Dari awal Bulan Agustus, sudah ada edaran dari Pemerintah untuk kibarkan bendera dan begitu juga dari anggota Saya yang aktif ajak masyarakat guna melakukan hal yang sama. Di kesempatan ini, Kami turun bagi-bagi bendera dan Kita pasangin bendera didepan rumah mereka. Semoga dengan kegiatan yang Kita galakkan ini, bisa menggerakkan hati masyarakat untuk lebih menghargai dan mencintai merah putih yang sudah diperjuangkan susah payah oleh pendahulu Kita,” tutup Kapolres Belu.

