Wednesday, August 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Turun ke Konstituen, Anggota DPRD Belu Engel Talok Tampung Aspirasi Warga Lasiolat dan Lamaknen

ATAMBUA, The East Indonesia – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yonas Engelbert Talok, S.Pd., M.I.Pol, melaksanakan kegiatan reses di tiga titik berbeda pada hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pelaksanaan reses ini bertujuan untuk mendengarkan langsung, mencatat, dan menampung seluruh aspirasi serta kebutuhan mendasar masyarakat agar dapat diakomodir oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belu.

Titik pertama pelaksanaan reses berlangsung di SMAN Lasiolat.

Kehadiran wakil rakyat yang akrab disapa Engel Talok ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah, para guru, serta segenap siswa-siswi.

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kendala fasilitas yang dihadapi demi mendukung kegiatan belajar mengajar.

Kepala Sekolah SMAN Lasiolat, Steve Valentino Lakaruna, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Belu yang berkenan hadir di lembaga kami. Kami ingin menyampaikan bahwa SMAN Lasiolat saat ini sangat membutuhkan penyelesaian Lapangan Voli dan Futsal untuk mendukung kegiatan praktik mata pelajaran Penjaskesrek,” ujar Steve.

Selain sarana olahraga, Steve juga menyoroti infrastruktur akses jalan dan keamanan sekolah.

“Kami membutuhkan peningkatan jalan yang menjadi akses masuk menuju sekolah sekaligus berfungsi sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang bisa dipakai bersama masyarakat. Kami juga mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Belu maupun Provinsi untuk pembangunan pagar keliling sekolah. Pagar ini penting untuk mengamankan gedung, membatasi masuknya hewan peliharaan, dan meningkatkan keamanan. Ini beberapa aspirasi yang dapat kami sampaikan, semoga bisa diperjuangkan oleh Anggota DPRD yang merupakan wakil kami,” tambahnya.

Setelah dari SMAN Lasiolat, Engel Talok melanjutkan agenda reses titik kedua di Desa Leowalu, Kecamatan Lamaknen.

Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta mahasiswa KKN ini berlangsung interaktif dalam nuansa semangat membangun daerah.

Sesi dialog dibuka dalam dua termin dan menghadirkan tujuh orang penanya yang menyampaikan berbagai keluhan serta harapan warga.

Warga Desa Leowalu mengusulkan peningkatan kualitas jalan penghubung menuju Desa Ekin dan Nualain sebagai jalur alternatif apabila jalan utama Leowalu-Fulur mengalami longsor atau rusak.

Selain itu, masyarakat meminta normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), pemasangan bronjong pelindung lahan pertanian, pembangunan jaringan irigasi, serta perbaikan Intek Irigasi Leowalu 2.

Fasilitas ini dinilai penting karena selama musim kemarau petani kesulitan mengairi lahan hortikultura seperti bawang, tomat, lombok, dan sayur-sayuran.

Terkait mekanisasi pertanian, warga memohon bantuan satu unit Hand Traktor.
Jika tidak memungkinkan, mereka meminta DPRD bersama pemerintah desa dan kecamatan mendesak Dinas Pertanian agar memberikan surat tugas kepada operator traktor roda empat guna membantu pengolahan lahan di sekitar hamparan DAS.

Masalah pendidikan dan kesejahteraan juga mencuat di Desa Leowalu.

Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Leowalu bersama masyarakat meminta penempatan minimal satu orang guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) demi keadilan pelayanan, mengingat saat ini tidak ada satu pun guru ASN di sekolah tersebut.

Mereka juga berharap DPRD menyampaikan aspirasi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar memperhatikan nasib guru-guru swasta dalam seleksi ASN (PNS maupun PPPK).

Lebih lanjut, warga mengeluhkan anjloknya harga komoditas pertanian seperti bawang, jagung, dan kacang tanah, serta meminta pendataan ulang BPJS Kesehatan karena masih banyak warga kurang mampu yang membayar iuran secara mandiri.

Reses ditutup di titik ketiga, yaitu Desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat.

Di hadapan Kepala Desa dan warga setempat, terungkap aspirasi mengenai pengalihan status jalan desa menjadi jalan kabupaten agar perbaikannya dapat dianggarkan oleh Pemerintah Daerah, mengingat Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tidak dapat digunakan untuk pengaspalan.

Warga juga meminta PLN Ranting Atambua untuk menambah tiang listrik sepanjang 1.200 meter di wilayah desa demi menggantikan tiang kayu dan bambu darurat yang selama ini digunakan.

Kelompok tani Desa Lakanmau turut mengharapkan bantuan penugasan operator traktor dari Dinas Pertanian untuk menyiapkan lahan jagung, kacang, dan hortikultura.

Menanggapi seluruh aspirasi yang mengemuka dari ketiga titik tersebut, Engel Talok menegaskan komitmennya untuk mengawal suara masyarakat di tingkat parlemen.

“Semua aspirasi Bapak dan Ibu sekalian telah kami tampung, catat, dan laporkan. Kami akan perjuangkan dengan sungguh-sungguh sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi pada tahun-tahun yang akan datang,” tegas Engel Talok dalam dialog penutupnya.

Engel Talok menambahkan bahwa upaya ini akan disinergikan bersama Pemerintah Daerah demi menjalankan amanat regulasi yang berlaku.

“Hal ini akan kami perjuangkan bersama karena tugas pokok mereka berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah adalah menyejahterakan masyarakat di daerahnya dengan melaksanakan urusan wajib, baik pelayanan dasar maupun non-pelayanan dasar. Singkatnya, pemerintah wajib melayani aspirasi masyarakat dengan cara menampung dan menindaklanjutinya semua Aspirasi lewat DPRD,” pungkas legislator PKB tersebut. (Ronny)

Popular Articles