ATAMBUA, The East Indonesia – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin yang terletak di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dinobatkan sebagai PLBN Terbaik dalam ajang bergengsi BNPP Awards 2026.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas kinerja unggul, inovasi digital, tata kelola yang akuntabel, serta sinergi lintas instansi yang solid dalam menyelenggarakan pelayanan di kawasan beranda depan negara.
PLBN Motamasin berhasil menyisihkan 14 kompetitor lainnya dan terpilih menjadi yang terbaik dari total 15 PLBN yang tersebar di seluruh wilayah perbatasan Indonesia.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Dr. Nurdin, S.Sos., M.Si., di sela-sela rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian BNPP yang berlangsung di Malang, Jawa Timur, Rabu, 2 September 2026.
Rakor yang menjadi momentum penting penguatan koordinasi dan konsolidasi internal ini dihadiri oleh seluruh pejabat tinggi BNPP serta dibuka secara resmi oleh Sekretaris Tetap BNPP, Komjen. Pol. Makhruzi Rahman, S.IK., M.H., M.Tr.Opsla.
Penghargaan BNPP Awards 2026 ini sekaligus menjadi bukti nyata atas komitmen PLBN Motamasin dalam menghadirkan pelayanan publik berkualitas tinggi guna memperkuat kedaulatan serta pengelolaan perbatasan negara.
Kunci utama dari keberhasilan PLBN Motamasin terletak pada komitmennya yang teguh untuk memberikan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan responsif.
Pendekatan humanis dan profesional ini berdampak langsung pada tingginya indeks Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Tidak hanya itu, kecepatan dalam menindaklanjuti pengaduan warga serta kelancaran aktivitas lintas batas harian menjadi bukti nyata bahwa negara hadir secara nyata lewat pelayanan publik yang prima di garis batas RI-Timor Leste.
Di balik performa pelayanan, PLBN Motamasin secara konsisten menerapkan enam Area Perubahan Zona Integritas.
Langkah ini diambil demi membangun budaya organisasi yang berintegritas, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Implementasi nyata dari sistem ini mencakup internalisasi budaya kerja antikorupsi, standarisasi baku operasional prosedur (SOP), peningkatan kapasitas kompetensi SDM, pengetatan pengawasan, hingga transparansi akuntabilitas kinerja di segala lini.
Menjawab tantangan modernisasi, PLBN Motamasin melakukan lompatan besar melalui transformasi digital.
Berbagai aplikasi mutakhir diciptakan sebagai solusi pelayanan terpadu, di antaranya SILANDAK, SIMANTAP, SIPIL Batas, Easy STR, SIAP, SIGAP, dan Portal Sewa BMN.
Rangkaian inovasi digital ini terbukti mampu memangkas birokrasi yang berbelit, menyederhanakan alur administrasi, serta memudahkan aksesibilitas bagi masyarakat maupun pelintas batas secara cepat dan transparan.
Kenyamanan dan kelancaran di PLBN Motamasin didukung penuh oleh pemeliharaan infrastruktur fisik secara berkala, kebersihan kawasan yang terjaga, serta kesigapan mitigasi gangguan melalui sistem SIGAP.
Lebih dari itu, kesuksesan ini tidak lepas dari solidnya kolaborasi lintas instansi yang tergabung dalam unsur CIQS (Customs, Immigration, Quarantine and Security). Harmonisasi kerja yang apik antara Imigrasi, Bea dan Cukai, Badan Karantina Indonesia, Karantina Kesehatan, bersama TNI dan Polri, menjadi kekuatan utama yang memastikan seluruh aktivitas perlintasan negara berjalan aman, tertib, dan sesuai regulasi hukum yang berlaku.
Prestasi di tingkat nasional ini bukanlah hal baru bagi PLBN Motamasin. Sebelumnya, pos lintas batas ini juga telah mengantongi penghargaan dari Menteri PANRB atas keberhasilannya membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Rentetan capaian ini memperkokoh posisi PLBN Motamasin sebagai unit kerja yang memiliki daya guna strategis bagi BNPP di tingkat pusat. Berbagai praktik terbaik yang telah diukir oleh PLBN Motamasin kini menjadi standar rujukan utama bagi pengelolaan dan pengembangan PLBN lainnya di seluruh pelosok Nusantara.
Kepala PLBN Motamasin, Engelberthus Klau, S.IP., M.Si menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dan unsur yang selama ini bertugas di PLBN Motamasin.
“Kami bersyukur dan tentunya sangat bangga atas penghargaan ini. Namun, penghargaan ini bukan keberhasilan satu atau dua orang. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh pegawai PLBN Motamasin dan seluruh unsur yang bertugas di sini,” ujar Engel Klau.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras, kedisiplinan, koordinasi, dan sinergi lintas instansi yang selama ini dibangun dalam penyelenggaraan pelayanan di PLBN Motamasin.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai PLBN Motamasin yang telah menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan para pelintas batas.
“Pengelolaan perbatasan merupakan tugas bersama. Karena itu, sinergi seluruh unsur yang bertugas di PLBN menjadi kekuatan utama dalam memberikan pelayanan yang aman, tertib, dan berkualitas,” katanya.
Engelberthus turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur CIQS yang selama ini bersama-sama mendukung pelaksanaan pelayanan di PLBN Motamasin.
“Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur CIQS PLBN Motamasin, baik Imigrasi, Bea dan Cukai, Badan Karantina Indonesia, Karantina Kesehatan, maupun unsur TNI dan Polri. Sinergi dan koordinasi yang selama ini terbangun menjadi kekuatan kita dalam memberikan pelayanan terbaik di perbatasan,” pungkasnya.
Meski telah meraih penghargaan sebagai PLBN terbaik, Engelberthus menegaskan bahwa capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk mempertahankan kinerja dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Masih banyak hal yang harus kita tingkatkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempertahankan kekompakan, meningkatkan pelayanan, dan memastikan masyarakat serta pelintas batas mendapatkan pelayanan yang baik,” katanya.
Untuk diketahui, PLBN Motamasin merupakan salah satu pintu perbatasan Indonesia dengan Timor-Leste di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Dalam pelaksanaan tugasnya, PLBN Motamasin terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai instansi dalam memberikan pelayanan lintas batas.
Penghargaan sebagai PLBN Terbaik dalam BNPP Awards 2026 menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran sekaligus penegasan bahwa pengelolaan perbatasan membutuhkan kolaborasi, inovasi, integritas, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.
Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi PLBN Motamasin untuk terus mempertahankan kinerja, meningkatkan kualitas pelayanan, mengembangkan inovasi, serta memperkuat sinergi lintas instansi sebagai bagian dari upaya menghadirkan negara di wilayah perbatasan. (Ronny)


