Tuesday, October 6, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dari Bali, Tsinghua SEA Bangun Jembatan Kolaborasi Pendidikan, Teknologi dan Ekonomi Asia Tenggara

DENPASAR — Bali tidak hanya menjadi ruang pertemuan budaya dan pariwisata, tetapi juga semakin berkembang sebagai tempat bertemunya gagasan mengenai teknologi, pendidikan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Semangat tersebut tercermin dalam China-Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 yang digelar di UID Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, pada 3–4 Oktober 2026.

Forum yang diselenggarakan Tsinghua Southeast Asia Center (Tsinghua SEA) bersama Tsinghua University, Dewan Ekonomi Nasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta Secretariat of the Organizing Committee of China-ASEAN Education Cooperation Week, mempertemukan pemimpin pemerintahan, akademisi, pelaku industri, dan mitra internasional.

Kegiatan tersebut mengangkat penguatan konektivitas pendidikan, industri, riset, inovasi, dan ekonomi dalam kerangka kerja sama China dan Asia Tenggara.

Chairman of the Tsinghua University Council Prof. Qiu Yong mengatakan Tsinghua University memasuki satu dekade pelaksanaan strategi global yang bertujuan memperkuat keterlibatan internasional universitas.

Di tengah perkembangan AI, Qiu menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang semakin besar dalam memastikan pengetahuan dan talenta dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui Tsinghua SEA, universitas tersebut ingin membangun jembatan antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat di Indonesia serta Asia Tenggara.

Presiden United In Diversity Tantowi Yahya menyebut Bali memiliki posisi strategis dalam membangun jejaring kolaborasi tersebut. Berbagai program kerja sama Tsinghua dengan Indonesia telah dikembangkan, termasuk KITA, Happy Digital X, serta dukungan terhadap pengembangan infrastruktur digital yang efisien dan berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Tsinghua SEA Shobi Lawalata mengatakan penguatan ekosistem teknologi di Bali juga diwujudkan melalui Garuda Spark Innovation Hub di UID Bali Campus.

Kolaborasi Tsinghua SEA dan UID bersama Kementerian Komunikasi dan Digital tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan talenta muda di bidang AI dan teknologi.

Menurut Shobi, pengembangan ekosistem tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi Bali untuk berperan dalam inovasi, teknologi, dan aksi iklim.

Forum semakin memperkuat agenda tersebut melalui kehadiran mitra lintas sektor, termasuk bidang biomedical engineering dan energi hijau.

Salah satu langkah konkret adalah peresmian Envision Indonesia Sustainable Development Center, Tsinghua University, hasil kolaborasi dengan Envision Energy untuk mendukung pengembangan infrastruktur net-zero dan masa depan berkelanjutan.

Forum juga menjadi momentum penandatanganan empat MoU antara institusi Tsinghua dan perguruan tinggi Indonesia, yaitu Institut Teknologi Del, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, dan IPB University.

Kerja sama tersebut mencakup riset, pertukaran akademik, pengembangan kapasitas, dan inovasi yang berkaitan dengan kebutuhan industri.

Selain agenda akademik dan teknologi, forum diawali dengan pertunjukan barongsai dan barong Bali sebagai simbol persahabatan Indonesia-China.

Rangkaian kegiatan juga mencakup peresmian SeedWork & SeedRest Capsule di Tsinghua SEA, yang merupakan kontribusi alumni Departemen Ilmu Komputer Tsinghua University angkatan 1987 untuk mendukung aktivitas pembelajaran.

Dengan agenda pendidikan, riset, teknologi, industri, energi hijau, dan pertukaran budaya, Tsinghua SEA menempatkan Bali sebagai salah satu ruang strategis untuk membangun jejaring kolaborasi lintas negara.

Tsinghua SEA menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan platform kolaborasi yang mendukung pendidikan, inovasi, industri, pertukaran budaya, dan pembangunan berkelanjutan antara China, Indonesia, Asia Tenggara, dan masyarakat global.***

Popular Articles