ATAMBUA, The East Indonesia – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Kabupaten Belu dalam beberapa bulan terakhir kian mencekik masyarakat.
Warga di wilayah perbatasan ini harus bersusah payah demi mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, di tengah situasi sulit tersebut, sebagian oknum justru memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi dengan cara menyelundupkan BBM ke negara tetangga, Timor Leste.
Para penyelundup sangat lihat dan nekat memanfaatkan kondisi alam di musim kemarau.
Wilayah sungai di perbatasan Negara RI-RDTL yang mengering tanpa banjir, serta kondisi laut perbatasan yang tenang tanpa hujan dan gelombang tinggi, dijadikan momentum bagi para pelaku untuk memuluskan aksi ilegal mereka.
Beruntung, kesiapsiagaan aparat keamanan di garis batas negara tidak mengendur. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur dari Yonarhanud 14/PWY yang baru saja bertugas, berhasil menggagalkan aksi nekat tersebut yang menyusahkan masyarakat tersebut.
Dalam operasi terbaru, personel Satgas Pamtas sukses mengamankan total 910 liter BBM siap selundup di dua titik berbeda.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 210 liter BBM berhasil diamankan oleh petugas di Pos Motamasin.
Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY SSK III Pos Motamasin menggagalkan upaya penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan minyak tanah dari wilayah Indonesia menuju Timor Leste melalui jalur tidak resmi di sekitar pembatas sungai, Selasa (6/10/2026) dini hari.
Penggagalan tersebut dilaksanakan personel Pos Motamasin, Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, saat melaksanakan patroli malam untuk mengantisipasi aktivitas ilegal di jalur-jalur perlintasan tidak resmi.
Dari lokasi, personel mengamankan 22 jerigen BBM yang terdiri atas 1 jerigen solar dengan total 35 liter dan 21 jerigen minyak tanah dengan total 175 liter, sehingga keseluruhan barang bukti mencapai 210 liter.
Keberhasilan tersebut berawal dari pengamatan personel terhadap pergerakan mencurigakan sejumlah orang di sekitar jalur tidak resmi yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyergapan dan pengejaran.
Kegiatan patroli tersebut diawali pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 21.00 WITA setelah Danki SSK III Kapten Arh Fandy Ahmad memberikan perintah kepada jajaran Danpos untuk meningkatkan pemantauan keamanan pada jalur tidak resmi pada malam hari.
Sekitar pukul 22.15 WITA, enam personel Pos Motamasin dipimpin Danpos Motamasin Sertu Yusuf Baharudin melaksanakan patroli dengan menyisir kawasan sekitar pos hingga Selasa dini hari, dan sekitar pukul 02.50 WITA mendapati adanya aktivitas mencurigakan disertai suara beberapa orang dari salah satu jalur perlintasan.
Personel kemudian bergerak secara senyap melalui area pesisir sungai yang ditumbuhi pepohonan dan rumput tinggi hingga sekitar pukul 03.00 WITA menemukan dua orang yang diduga sedang mengangkut BBM dan menunggu kendaraan atau pihak lain dari arah Timor Leste.
Sekitar pukul 03.35 WITA dilakukan penyergapan dan pengejaran, namun para terduga pelaku berhasil melintas batas teritorial Indonesia menuju Timor Leste, sementara 22 jerigen BBM yang diduga ditinggalkan diamankan personel di lokasi.
Sementara itu di waktu bersamaan, Pos Motaain juga berhasil menyita 700 liter BBM ilegal yang diselundupkan bersamaan dengan 30 krat minuman bersoda.
Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY SSK I Pos Motaain menggagalkan dugaan upaya penyelundupan 20 jerigen BBM jenis solar dengan volume sekitar 700 liter dan 30 krat minuman kemasan bersoda di wilayah perbatasan RI-RDTL, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 6 Oktober 2026.
Penindakan tersebut dilakukan sekitar pukul 01.15 WITA saat lima personel Pos Motaain yang dipimpin Batih Pos Motaain Sertu Septian Bimantara Putra melaksanakan patroli malam dan pemantauan terhadap jalur-jalur tidak resmi di sekitar pos.
Dalam pelaksanaan patroli, personel mendapati adanya pergerakan mencurigakan di salah satu jalur tidak resmi yang mengarah ke kawasan pantai, sehingga personel segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Saat mengetahui kehadiran personel Satgas, seorang yang tidak dikenal melarikan diri ke arah wilayah Timor-Leste sehingga identitas dan pihak yang diduga terlibat belum dapat diketahui.
Hasil pemeriksaan di sekitar lokasi sekitar pukul 01.20 WITA menemukan 20 jerigen BBM jenis solar sekitar 700 liter serta 30 krat minuman kemasan bersoda yang terdiri atas 20 krat Coca-Cola dan 10 krat Fanta, yang diduga akan dibawa dari wilayah Indonesia menuju Timor-Leste melalui jalur tidak resmi.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan secara berjenjang oleh Batih Pos Motaain kepada Danki SSK I Kapten Arh Iman Wanda dan selanjutnya diteruskan kepada Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY sebagai laporan awal keberhasilan penggagalan dugaan penyelundupan.
Sekitar pukul 02.00 WITA, tiga personel Mako Satgas bersama satu personel unsur terkait tiba di lokasi untuk melaksanakan pengecekan dan pendalaman terhadap barang temuan serta kondisi sekitar.
Setelah pemeriksaan selesai, seluruh barang bukti diangkut menuju Pos Motaain dan pada sekitar pukul 03.00 WITA diamankan sementara untuk kepentingan pengamanan, pendataan, serta proses lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Untuk diketahui Keberhasilan ini menambah rentetan prestasi Yonarhanud 14/PWY dalam menjaga kedaulatan ekonomi di perbatasan.
Sebelumnya, tim Satgas Pamtas Sektor Timur ini juga berhasil mencegat dan mengamankan 735 liter BBM jenis Solar yang diangkut ke arah Utara Kabupaten Belu menuju wilayah perbatasan RI-RDTL.
Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos., menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kewaspadaan personel dalam melaksanakan patroli dan pemantauan secara berkelanjutan terhadap jalur-jalur tidak resmi di wilayah perbatasan.
“Keberhasilan penggagalan ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan, deteksi dini, serta koordinasi antarpersonel dan unsur terkait dalam mencegah terjadinya aktivitas ilegal di wilayah perbatasan,” tegas Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos.
Dansatgas menyampaikan bahwa Satgas akan terus meningkatkan pengawasan, memperkuat pertukaran informasi, serta melakukan pemantauan terhadap kemungkinan penggunaan jalur alternatif oleh pihak-pihak yang berupaya menghindari pengawasan.
Dansatgas juga menekankan bahwa setiap temuan akan ditangani secara terukur dan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui koordinasi dengan instansi terkait apabila hasil pendalaman menemukan adanya unsur pelanggaran hukum.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY bersama unsur terkait meningkatkan patroli dan pengawasan pada jalur-jalur tidak resmi, sekaligus memperkuat koordinasi antarpos dalam mempercepat penyampaian informasi terkait pergerakan orang maupun barang yang mencurigakan.
Barang bukti tersebut kini telah diamankan dan didata sebagai bagian dari proses penanganan lebih lanjut.(Rony)

