ATAMBUA, The East Indonesia – Guna mempererat tali silaturahmi dan membangun kolaborasi yang solid di awal masa tugasnya, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/Pratiti Wira Yudha (PWY) menggelar acara coffee morning bersama insan pers di Mako Satgas yang terletak di Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua,Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan tatap muka ini berlangsung hangat bersama para jurnalis yang tergabung dalam wadah Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL.
Batalyon Artileri Pertahanan Udara 14/Pratiti Wira Yudha (Yon Arhanud 14/PWY) sendiri merupakan Satuan Bantuan Tempur organik Kodam III/Siliwangi yang bermarkas di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Di bawah pimpinan Komandan Batalyon, Letkol Arh Rudi Afrika, S.Sos., satuan ini resmi mengemban amanah sebagai Satgas Pamtas Negara RI-RDTL Sektor Timur sejak Senin, 28 September 2026.
Acara coffee morning tersebut dipimpin langsung oleh Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY, Letkol Arh Rudi Afrika.
Turut hadir mendampingi jajaran perwira satgas, di antaranya
WaDansatgas Mayor Arh Shapri, Pasi Intel Lettu Arh I Gede Wira, Pasi OPS Lettu Arh Ariel, Pasiminlog Kapten Arh Neno, Pakum Letda Chk Reza, perwira Satgas Pamtas, Satgas SGI, serta Danton Drone Letda Arh Rendy Cahya Aditya.
Sementara dari pihak pers, hadir 16 jurnalis yang mewakili berbagai media, baik televisi, cetak, maupun online.
Dalam sambutannya, Letkol Arh Rudi Afrika menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momen yang telah direncanakan sejak pekan lalu sebagai sarana perkenalan dan silaturahmi.
Dirinya menjelaskan bahwa Satgas Yonarhanud 14/PWY kini telah berjalan kurang lebih sepuluh hari di wilayah penugasan setelah resmi melaksanakan serah terima pada Senin, 26 September 2026 sore, disusul pergeseran pasukan satgas sebelumnya menuju Kupang pada keesokan harinya.
Lebih lanjut, Dansatgas mengajak seluruh rekan media untuk membangun kerja sama yang baik selama masa penugasan mereka di perbatasan.
Ia berharap sinergi ini dapat mendukung kelancaran kegiatan Satgas, terutama dalam penyampaian pesan-pesan positif kepada masyarakat luas melalui pemberitaan media.
Letkol Arh Rudi Afrika juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah dan konfirmasi dalam setiap pemberitaan.
Dirinya menyatakan membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya bagi rekan-rekan media yang ingin melakukan verifikasi data atau cross-check terhadap isu-isu di lapangan demi menjaga akurasi informasi.
Melalui ruang komunikasi yang terbuka ini, diharapkan tugas pengamanan perbatasan dapat berjalan kondusif, transparan, dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Pena Batas RI-RDTL, Ketua Pena Batas RI-RDTL, Yansen Bau, yang juga merupakan jurnalis Timor Express (Timex) Kupang, menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Komandan beserta seluruh jajaran Yonarhanud 14/Pratiti Wira Yudha (PWY) yang kini resmi mengemban amanah sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur.
Dalam keterangannya, Yansen menekankan bahwa komunikasi memegang peranan dalam menyukseskan misi di wilayah perbatasan.
Menurutnya, komunikasi merupakan fondasi utama untuk membangun sinergi dan kerja sama yang solid antara pihak Satgas Pamtas, masyarakat, serta media massa selama masa penugasan berlangsung.
Yansen meyakini bahwa dengan komunikasi yang baik dan intens, segala potensi sumbatan informasi atau kesalahpahaman di lapangan dapat diminimalisir.
Lebih dari itu, hubungan yang harmonis tersebut diyakini mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus mendukung kelancaran program-program kerja Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat perbatasan.
Oleh karena itu, Ketua Pena Batas sangat berharap agar ruang komunikasi dan koordinasi selalu dibuka lebar dan dibangun secara berkelanjutan. (Ronny)


