Tuesday, October 20, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

PID Semakin Mendekatkan Anak Anak Papua Dekat dengan Teknologi

JAYAPURA, The East Indonesia — Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) membuat suasana pembelajaran di SMA Negeri 2 Jayapura terasa lebih menyenangkan. Dalam mata pelajaran kimia, kecanggihan teknologi pada perangkat PID membuat pembelajaran yang sebelumnya terlihat abstrak menjadi lebih nyata.

Hardianti, guru Kimia SMAN 2 Jayapura, menjadikan PID sebagai media untuk membangun kreativitas murid dan mengubah stigma abstrak kimia menjadi lebih bermakna. Melalui Laboratorium Virtual Stoikiometri dalam platform Rumah Pendidikan, Hardianti menghadirkan visualisasi dan animasi guna menjelaskan berbagai konsep kimia yang sulit diamati secara langsung.

“Ketika mengetahui adanya PID, saya merasa sangat terbantu. Mata pelajaran memiliki materi yang sifatnya abstrak dan tidak terlihat oleh mata. Murid terkadang bertanya bagaimana contoh konkretnya. Dengan PID, saya bisa mencari dan menunjukkan animasi yang membantu mereka memahami hal-hal yang sebelumnya sulit dibayangkan,” ujar Hardianti.

Selain membantu menjelaskan materi, penggunaan IFP turut mengubah dinamika pembelajaran di kelas. Hardianti menyebut, muridnya kini mudah untuk bekerja sama menyelesaikan tugas pembelajaran yang dirancang guru, sehingga proses belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, namun juga pada keterlibatan dan pengalaman belajar murid.

“Kini anak-anak sangat dekat dengan teknologi. Oleh karena itu, saya berusaha terus mencari ide dan berinovasi agar mereka semakin tertarik belajar kimia. Dengan harapan mereka lebih bersemangat mengikuti pembelajaran dan dapat memahami materi dengan cara yang lebih menyenangkan,” tutur Hardianti.

Pengalaman belajar menyenangkan juga turut disampaikan oleh murid kelas XI SMAN 2 Jayapura, Nelson Mariadu. Baginya, penyajian materi secara visual membuat konsep kimia yang sebelumnya sulit dibayangkan menjadi lebih mudah dipahami.

Salah satu materi yang paling menarik bagi Nelson adalah konfigurasi elektron dan bentuk molekul. Melalui tampilan visual dan permainan edukatif di PID, ia dapat mengamati representasi bentuk molekul serta berlatih memahami konsep kimia dengan cara yang lebih menyenangkan.

”Permainan edukatif seperti latihan menyetarakan persamaan reaksi kimia dan menentukan konfigurasi elektron juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya. Melalui aktivitas tersebut, saya bersama teman-teman dapat mempelajari konsep secara bertahap dan memaknai kimia dalam aspek lebih luas,” terang Nelson.

Saat meninjau pemanfaatan PID, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menilai penggunaan media tersebut mendapat respon positif karena mampu membantu guru menyampaikan materi secara lebih. Pemanfaatan PID, menurut Mendikdasmen, juga selaras dalam penerapan pembelajaran mendalam (deep learning).

”Upaya tersebut tentunya untuk mendorong proses belajar lebih bermakna, menyenangkan, dan melibatkan murid secara aktif. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui PID kami harapkan dapat menjaga antusiasme dan meningkatkan semangat murid saat belajar di sekolah,” pungkas Mendikdasmen Abdul Mu’ti, di Jayapura, Senin (19/10).

Dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Digitalisasi Pembelajaran terus berlanjut. Tahun 2026, Kemendikdasmen mencatat sebanyak 2.688 IFP telah tersalur kepada 1.409 sekolah di Provinsi Papua dengan total anggaran lebih dari Rp83 miliar. Khusus di Kota Jayapura, IFP telah tersalur sebanyak 410 unit kepada 144 sekolah dengan nilai anggaran lebih dari Rp12 miliar.***

Popular Articles