ATAMBUA, The East Indonesia – Karya Bakti TNI AD akhirnya membawa senyum bahagia bagi warga Asuulun, Kelurahan Fatukbot dan Kelurahan Rinbesi Kabupaten Belu.
Pasalnya, akses transportasi yang selama ini menjadi kendala utama dalam mendistribusikan hasil bumi kini mulai menemui titik terang.
Kehadiran jembatan ini menjadi sangat penting terutama bagi perekonomian warga karena selama ini, petani dari Asuulun harus menempuh rute melingkar yang cukup jauh melewati Jembatan Motabuik di Kilometer 3, lalu menuju Kilo 2 dan Kilo 1 sebelum akhirnya sampai di Pasar Baru Atambua.
Dengan adanya Jembatan Garuda, jarak tempuh masyarakat dalam memasok sayur-sayuran dan hasil pertanian lainnya ke pusat kota akan terpangkas signifikan.
Pada Senin pagi, 30 Maret 2026, prosesi peresmian awal dan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Gantung Garuda resmi dilaksanakan.
Jembatan yang menghubungkan wilayah Sukabiren dan Asuulun ini merupakan bagian dari program Karya Bakti TNI AD “Garuda Negara Hadir untuk Rakyat”.
Kegiatan ini diawali dengan prosesi Video Conference (Vidcon) bersama Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafia, yang diikuti oleh jajaran Kodim 1605/Belu, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.
Dandim 1605/Belu, Letkol Arh Andi Yunus, S.I.P., bersama Kajari Belu Johannes H. Siregar, S.H., M.H., dan tamu undangan lainnya secara simbolis melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 12 AY Kostrad Mayor Arm Denny Risky Naury, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Belu Bapak Hafidz Umami, S.H.I; Dinas PUPR Belu; serta Lurah Rinbesi, Lurah Lidak dan Lurah Fatukbot.
Proyek pembangunan ini ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari kerja. Kasdam IX/Udayana menekankan agar tim pelaksana dari Kodim dan satuan terkait bekerja maksimal dengan mengutamakan kualitas material dan keselamatan kerja.
Pangdam IX/Udayana dalam sambutan yang dibacakan oleh Kasdam IX/Udayana, Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kebutuhan masyarakat.
Hal ini juga merupakan implementasi dari perintah Bapak Kepala Staf Angkatan Darat agar TNI AD senantiasa hadir di tengah-tengah rakyat serta mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Disampaikan untuk wilayah Kodam IX/Udayana direncanakan pembangunan Jembatan Garuda sebanyak 12 titik di tahap Pertama yang tersebar di wilayah Korem 161/Wira Sakti, Korem 162/Wira Bhakti, dan Korem 163/Wira Satya.
“Kita semua memahami bahwa konektivitas infrastruktur merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jembatan bukan hanya sekadar penghubung jalan, tetapi juga penghubung harapan. Jembatan ini akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat, serta mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Ditambahkan, “Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan ini dengan cepat, tepat, dan tetap mengedepankan kualitas. Sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan ini.”
Untuk diketahui, tak hanya pembangunan fisik, kegiatan peletakan batu pertama pembangunan jembatan Gantung Garuda ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.(Rony)


