Thursday, April 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Semarak Festasada 2026, Bangkitkan Seni Budaya Lokal dan Gaungkan Kesadaran Pengelolaan Sampah

SINGARAJA, The East Indonesia – Pelestarian seni dan budaya menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna. Berbagai pagelaran budaya pun digelorakan sepanjang tahun, salah satunya melalui Festival Seni Adat dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026.

Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menyampaikan bahwa festival ini menjadi momentum kebangkitan kembali seni dan budaya lokal setelah sempat vakum sejak 2020. “Melalui tema Abhyudaya , kita ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sukasada yang adiluhung dan menjadi kebanggaan bersama krama Bali,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/4).

Festasada akan digelar selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026 di RTH Taman Bung Karno Sukasada, dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni khas Sukasada. Mulai dari tari-tarian tradisional seperti Tari Selat Segara, Baleganjur, hingga kesenian unik seperti menggoak-goakan dari Desa Panji, Rejang Renteng, serta Burdah dari Desa Pegayaman sebagai wujud akulturasi budaya.

Selain itu, festival ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti Festival Gebogan berbahan bunga lokal hasil pertanian masyarakat, parade budaya, lomba-lomba, hingga pertunjukan seni modern yang tetap berlandaskan kearifan lokal. Seluruh pelaku seni yang tampil merupakan putra-putri daerah Sukasada sebagai bentuk nyata komitmen pelestarian budaya.

Tidak hanya seni, sektor UMKM juga dilibatkan dengan menghadirkan kuliner khas Sukasada dan Buleleng. Panitia menegaskan bahwa konsep kuliner yang diusung lebih mengedepankan makanan tradisional dibandingkan makanan instan, guna memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya tarik festival.

Di sisi lain, penyelenggaraan festival ini juga tidak lepas dari perhatian terhadap polemik penanganan sampah yang kerap menjadi sorotan dalam setiap kegiatan berskala besar. Untuk itu, panitia telah menyiapkan langkah-langkah konkret dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, sementara panitia juga menyiapkan titik-titik pengawasan serta sistem pengangkutan sampah, khususnya sampah organik yang akan diolah lebih lanjut. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi sampah residu serta menjadi edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Kami berusaha agar festival ini tidak hanya meriah, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budiarsana berharap Festasada dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat, pelaku UMKM, hingga dukungan dari berbagai pihak termasuk sektor swasta.

“Harapan kami, festival ini terus berlanjut dan semakin berkembang, menjadi ruang bagi pelaku seni untuk tampil sekaligus memperkuat identitas budaya kususnya wilayah Sukasada di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya.

Festasada 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat diimbau untuk hadir dan bersama-sama merayakan kekayaan seni budaya Sukasada, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang.(Wis)

Popular Articles