ATAMBUA, The East Indonesia – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB untuk tiga kabupaten: Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara (TTU).
Muscab ini dipusatkan di Aula Hotel Timor Atambua, Kabupaten Belu, pada Jumat, 24 April 2026.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPW PKB NTT, di antaranya Drs. Stefanus Stanis, M.Si dan Klara Motu Loi, SH.
Turut hadir pula para Ketua DPC dari tiga kabupaten tersebut beserta sekretaris, pengurus, serta Dewan Syuro DPC PKB Belu, Malaka, dan TTU.
Momentum ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas organisasi dan partai, yang dibuktikan dengan kehadiran Ketua NU Kabupaten Belu, Ketua Ansor Belu, serta para pimpinan partai politik dari PDIP, Hanura, Nasdem, dan PSI.
Tak ketinggalan, seluruh Ketua DPAC dari Kabupaten Belu, Malaka, dan TTU hadir guna mengawal jalannya musyawarah.
Muscab merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten/kota.
Pelaksanaan kegiatan Musyawarah cabang bertujuan untuk memilih ketua DPC PKB periode 5 tahun kedepan, menyusun kepengurusan DPC PKB 5 tahun kedepan, menetapkan program kerja, mengevaluasi laporan pertangungjawaban DPC periode sebelumnya serta merumuskan rekomendasi untuk DPW dan DPP terkait strategi pemenangan di daerah.
Mewakili Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB yang juga aktif sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin saat membuka kegiatan Muscab tersebut menyampaikan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini berada pada momentum krusial untuk melakukan konsolidasi kekuatan besar.
Meski Gus Muhaimin tidak hadir secara fisik, Zainul menekankan bahwa semangat, pemikiran, dan gelora kepemimpinan sang Ketua Umum hadir secara utuh di tengah-tengah kader.
“Saya hadir dan berdiri disini mewakili Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar, pemimpin kebanggaan kita semua, pemimpin Indonesia masa depan. Hari ini kita tidak sedang berkumpul untuk acara biasa. Ini bukan sekadar acara pengukuhan, orientasi politik dan Muskerwil. Ini adalah momen konsolidasi kekuatan. Momen kita untuk meluruskan arah. Momen untuk menegaskan kembali kita mau menjadi apa sebagai partai, dan ke mana PKB akan melangkah,” pintanya.
Dalam pidatonya, Zainul menyoroti tantangan global dan domestik di mana kepercayaan rakyat terhadap institusi politik kian tergerus. Menurutnya, satu-satunya jawaban untuk mengembalikan kepercayaan tersebut bukanlah melalui janji manis, melainkan keberpihakan yang jelas dan kerja nyata yang mampu menyelesaikan persoalan rakyat.
Wasekjen DPP PKB pun memberikan instruksi khusus agar para politisi PKB melakukan transformasi kualitas kepemimpinan.
“Para politisi PKB harus naik kelas, menjadi pemimpin, lalu menjadi negarawan. Kita tidak hanya siap memenangkan pemilu, tapi juga harus siap mengelola negara dengan penuh tanggung jawab, untuk sebesar-besarnya keadilan dan kemakmuran rakyat,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh pengurus di tingkat cabang untuk merapatkan barisan dan memastikan kehadiran PKB benar-benar menjadi solusi di tengah masyarakat.
“Semoga kita semua, serta meneguhkan PKB bukan hanya untuk memenangkan pemilu, tetapi untuk memimpin, melayani, dan memajukan Indonesia,” ujarnya dihadapan ratusan peserta Muscab. (Ronny)


