Friday, May 1, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kejutan Jelang Hardiknas, SDN Kajuanak 4 Mendapat Program Revitalisasi Sekolah

BANGKALAN, The East Indonesia – Di bulan Pendidikan Nasional ini, rasa syukur dan haru terasa di SD Negeri Kajuanak 4, Bangkalan, Jawa Timur, saat mengetahui bahwa sekolah tersebut akan menerima program revitalisasi tahun 2026. “Terima kasih Bapak sudah hadir ke lembaga kami. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kami semua agar bisa menjadi guru yang dibanggakan dan membawa murid kami menjadi anak didik yang hebat,” tutur Kepala SD Negeri Kajuanak 4, Ningsih, saat menyambut kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, Kamis (1/5).

Sebagai bentuk dimulainya pembangunan, Mendikdasmen melakukan peletakan batu pertama di lokasi sekolah yang berada di wilayah pelosok tersebut. Menteri Mu’ti menekankan bahwa akses pendidikan yang berkualitas di wilayah terpencil merupakan prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

”Ini menunjukkan bagaimana pemerintah, khususnya Bapak Presiden Prabowo, berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik, salah satunya melalui pembangunan sarana dan prasarana,” tegas Abdul Mu’ti di sela peninjauan.

SD Negeri Kajuanak 4 sebelumnya berada dalam kondisi yang memprihatinkan hingga gedungnya tidak lagi layak pakai dan akhirnya ambruk. Selama masa sulit tersebut, kegiatan belajar mengajar harus menumpang di rumah-rumah warga sekitar. Meski berada dalam keterbatasan, semangat belajar tidak padam. Sebanyak 14 murid SD kelas 6 dilaporkan tetap melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di perpustakaan.

Guna mengatasi hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menyalurkan bantuan program revitalisasi tahun 2026 yang mencakup rehabilitasi dua ruang kelas, satu ruang administrasi, pembangunan dua ruang kelas baru (RKB), serta penyediaan paket toilet, dan ruang UKS.

Menteri Mu’ti mendorong agar proses pembangunan ini dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat desa setempat untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga. Dengan skema ini, Abdul Mu’ti memperkirakan pembangunan dapat rampung dalam waktu empat hingga 6 bulan agar pada Oktober 2026, para murid sudah memiliki sekolah yang layak.

”Satu minggu setelah bimbingan teknis di Jakarta untuk kepala sekolah, insya Allah dana akan cair dan pembangunan mulai berjalan. Saya mengajak masyarakat tetap bergotong royong agar prosesnya lebih cepat sehingga sekolah segera dibuka kembali,” tambah Menteri Mu’ti.

Menutup kunjungannya, Mendikdasmen memberikan apresiasi kepada warga desa yang telah tulus menyediakan rumah sebagai ruang kelas sementara. Menteri Mu’ti juga menyerahkan bantuan pemerintah untuk mendukung kegiatan operasional sekolah selama masa transisi, seraya berharap wajah baru SD Negeri Kajuanak 4 nantinya menjadi tempat nyaman dan asri bagi pertumbuhan karakter anak-anak Indonesia.(*)

Popular Articles