ATAMBUA, The East Indonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua sukses menggelar panen raya padi di lahan asimilasi lapas pada Rabu, 3 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi produktif antara pihak Lapas Atambua dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu.
Kepala Lapas Atambua, Antonio Luis Pui Ximenes Da Costa, saat diwawancarai awak media di lokasi panen menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Dinas Pertanian atas pendampingan yang diberikan hingga masa panen tiba.
“Kami berterima kasih dulu kepada Kepala Dinas Pertanian bahwa pada hari ini kami melaksanakan panen raya yang mana kolaborasi kami dengan Dinas Pertanian bahwa pada hari ini memang jatuh temponya untuk kami melaksanakan panen,” pinta Antonio.
Meski sempat terkendala faktor cuaca yang tidak menentu, proses penanaman hingga pemanenan tetap berjalan lancar memaksimalkan sumber daya yang ada.
Kalapas Atambua juga mengungkapkan bahwa dari total 14 hektar lahan potensial yang dimiliki Lapas Atambua, sebanyak 2 hektar dimanfaatkan khusus untuk penanaman padi.
Sisa lahan lainnya juga dimanfaatkan secara variatif dengan metode mixing bersama tanaman komoditas lainnya.
Seluruh proses pertanian ini murni dikerjakan oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Melalui program asimilasi ini, para warga binaan yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan bertani dibekali ilmu bertani.
“Ini murni dikerjakan oleh teman teman kami warga Binaan Lapas Atambua. Jadi kami bagaimana membina Warga Binaan yang tadinya belum tahu,mereka beradaptasi di dalam. Kami bekerja sama dengan pertanian juga tentang bagaimana melatih mulai dari pembibitan, penanaman yang benar sampai dengan proses pemanenan ini,” ujar Kalapas Antonio.
Kalapas Atambua juga menguraikan bahwa hasil dari panen raya ini nantinya akan dialokasikan ke dalam beberapa pemanfaatan yakni sebagian hasil panen akan dijual ke pasar, dan sebagian lainnya digunakan untuk pemenuhan kesejahteraan warga binaan.
Selain itu, para WBP yang terlibat aktif juga akan menerima premi (upah) atas kerja keras mereka selama di lapangan.
“Mereka sukses panen jadi mereka membantu negara dalam hal ini institusi yang paling kecil adalah Lapas Atambua. Paling tidak mereka mendapatkan remisi mendapatkan cuti dalam bebas cuti bersyarat dan pembebasan bersyarat. Jadi itu mereka sudah di klasifikasi bahwa mereka itu orang-orang yang cakap mampu, yang punya loyal terhadap bangsa dan negara terutama kepada Lapas,” pinta Antonio Ximenes.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Silvia Celeste Do Amaral, SSTP memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan panen raya tersebut.
Menurutnya, kualitas padi yang dihasilkan sangat baik dan berisi meski ditanam di lahan terbatas seluas 2 hektar.
“Kami sangat memberikan apresiasi kepala lapas panen kali ini sepertinya berhasil sekali, meskipun hanya 2 hektar. Kita melihat bahwa cukup berisi, semoga ke depan juga seperti ini,” tutur Wanita yang akrab disapa Silvi Amaral.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Lapas Atambua dalam meningkatkan volume produksi pangan ke depan.
Silvi Amaral juga mengatakan bahwa Dinas Pertanian Belu siap membantu memfasilitasi kebutuhan sarana prasarana melalui pengajuan proposal ke pemerintah pusat, baik lewat dana APBN maupun APBD. (Ronny)

