Home Nasional Sosial Launching Festival Persahabatan Internasional 2026, Pemkab Belu Nyatakan Siap Bantu Sukseskan dan...

Launching Festival Persahabatan Internasional 2026, Pemkab Belu Nyatakan Siap Bantu Sukseskan dan Minta Panitia Lakukan Hal Ini!

15
FOTO : Foto bersama usai launching Festival Persahabatan Internasional 2026 di Kota Atambua, Kabupaten Belu.

ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Daerah, Panitia Pelaksana dan lintas sektoral Kabupaten Belu resmi memulai persiapan Festival Persahabatan Internasional 2026 yang akan diselenggarakan di perbatasan RI-RDTL pada 1–5 Juli 2026 mendatang.

Persiapan ini ditandai dengan digelarnya Sosialisasi dan Launching Festival Persahabatan Internasional 2026 yang berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, pada Sabtu, 6 Juni 2026 ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Daerah, DPRD, Polres Belu, Kodim Belu, hingga tokoh agama dan pemuda.

Launching Festival Persahabatan Internasional 2026 ini dibuka secara resmi oleh Nikolaus Umbu Kundji Birri, SH selaku Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Belu, yang hadir mewakili Bupati Belu.

Acara Sosialisasi dan Launching Festival Persahabatan Internasional 2026 ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi lintas sektoral baik dari Pemerintah Daerah, jajaran DPRD Kabupaten Belu, Kepolisian Resor (POLRES) Belu, Komando Distrik Militer (KODIM) Belu, serta Stakeholder terkait di Kabupaten Belu.

Ajang di wilayah perbatasan RI-RDTL ini dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Juli 2026 mendatang.

Mewakili Bupati Belu, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Kundji Birri, SH dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati Belu yang tidak bisa hadir langsung karena sedang menjalankan tugas kedinasan di Kupang dan agenda lainnya.

Meski demikian, Nikolaus Umbu menegaskan beberapa poin penting dan pesan kuat dari pimpinan daerah terkait dukungan penuh terhadap festival ini.

“Pertama, disampaikan profisiat untuk semua yang terlibat dalam kegiatan nanti. Ini adalah kegiatan iman yang luas. Kita harus melepas semua ego kelompok karena sifatnya umum, lintas agama, dan tidak membeda-bedakan. Sesuai namanya, yang diutamakan di sini adalah persahabatan,” ujar Nikolaus.

Dirinya menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu pada prinsipnya sangat mendukung, siap bekerja sama, dan berkomitmen penuh untuk membantu memfasilitasi kebutuhan panitia demi mensukseskan acara tersebut.

Mengingat festival ini akan dipusatkan di Lapangan Umum Atambua dan diprediksi melibatkan massa dalam jumlah besar, Nikolaus menyampaikan apresiasi karena pihak panitia telah berkoordinasi dengan Kapolres Belu dan pihak TNI yang menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan pengamanan.

“Kegiatan ini di Lapangan Umum Atambua, otomatis pasti akan melibatkan banyak orang dan terima kasih pak Ketua karena Saya sudah mendapat informasi bahwa kegiatan ini sudah diketahui oleh Pak Kapolres dan TNI sehingga sudah siap mendukung,” pinta Umbu Birri.

Dari jajaran birokrasi, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis juga telah diinstruksikan untuk turun tangan langsung membantu kelancaran acara. Di antaranya adalah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Kegiatan festival persahabatan internasional ini dari pak Bupati sudah menyampaikan sangat mendukung dan bahwa pemerintah pada prinsipnya sangat mendukung, mau bekerja sama dan nanti siap untuk mendukung apa-apa yang harus dibutuhkan untuk mensukseskan acara ini. Karenanya sudah ada perintah langsung dari pimpinan kami. Otomatis kami yang di bawah siap melaksanakan. Kami juga meminta panitia untuk terus melibatkan semua dimensi masyarakat karena ini aktivitas lintas agama,” tegas Asisten 1 Setda Belu.

Untuk diketahui pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Kesekretariatan Panitia Pelaksana, Alland Ch Tangkere, SE, memaparkan bahwa Festival Persahabatan Internasional 2026 mengusung tema umum “Kasih tanpa diskriminasi dan kesembuhan untuk semua orang”.

Rangkaian program ibadah dan aksi sosial ini akan mencakup empat agenda pilar utama:

Friendship Dinner (1 Juli 2026): Acara ramah tamah dan jamuan makan malam antara panitia, sponsor, pembicara, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu pada hari pertama pembukaan.

Friendship Seminar (2–4 Juli 2026): Seminar khusus yang digelar di Aula Betelalenok dengan menghadirkan pembicara tunggal internasional, Dr. Anthony Greco. Acara ini mengundang 250 tokoh agama dan tokoh muda setiap harinya dan tidak dibuka untuk umum.

Friendship Festival (2–5 Juli 2026): Panggung rohani terbuka untuk masyarakat luas yang dipusatkan di Lapangan Umum Atambua, dipimpin langsung oleh Dr. Anthony Greco.

Bazar UMKM: Aktivitas ekonomi kreatif yang diinisiasi lewat kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta HIPMI Kabupaten Belu. Bazar ini ditempatkan di Lapangan Umum Atambua guna mendorong perputaran roda ekonomi kreatif lokal selama festival berlangsung.

Alland Tangkere juga membagikan cerita historis mengenai transformasi nama festival ini. Ia mengisahkan bahwa pada awalnya perhelatan ini bernama “Jesus Festival”. Namun, setelah melakukan pelayanan di Aceh, konsepnya bertransformasi menjadi “Festival Friendship”, hingga akhirnya disepakati menggunakan nama “Festival Persahabatan”.

Pihak panitia menilai konsep “Persahabatan” ini sangat adaptif dan sangat cocok untuk membingkai persaudaraan, kebersamaan, serta persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Kabupaten Belu yang berada di wilayah strategis perbatasan negara RI-RDTL. (Ronny)