ATAMBUA , The East Indonesia – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Belu, Januaria Awalde Berek, S.Sos, kembali turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi warga khususnya di Dapil 4 Belu.
Pada Minggu, 9 Agustus 2026, politisi senior Partai Gerindra ini menggelar kegiatan reses di Dusun Bibin, Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.
Kehadiran wanita akrab disapa Walde Berek ini disambut dengan antusias oleh warga setempat.
Momentum ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan krusial yang tengah dihadapi di wilayah mereka, khususnya di sektor pertanian.
Sebagai salah satu daerah penghasil pertanian di Kabupaten Belu, warga sangat membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
Salah satu usulan utama yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah kebutuhan akan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas hasil tani warga.
Ketua Pemuda Bibin, Antonius Seran, yang hadir mewakili Kelompok Tani Rajawali 1, Kelompok Tani Rajawali 2, dan Kelompok Tani Halibur, meminta secara langsung kepada Januaria Awalde Berek agar membantu mengecek serta mengawal proposal yang telah mereka ajukan.
Menurut Antonius, proposal tersebut sudah diserahkan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu sejak 2025 yang lalu, namun hingga saat ini belum mendapatkan kepastian.
Dalam proposal tersebut, kelompok tani di Dusun Bibin mengajukan permohonan bantuan berbagai alat pertanian vital, mulai dari mesin pompa air (motor air), pembangunan saluran irigasi, hingga pengadaan pipa air.
Lahan ini memiliki potensi hortikultura yang sangat tinggi untuk budi daya sayur-sayuran.
Keunggulan utama terletak pada sumber air yang melimpah, didukung oleh keberadaan sumur bor aktif serta lokasi yang dekat dengan aliran sungai.
Hanya saja sejumlah sumur bor dan sungai dengan debit air yang lumayan di wilayah ini belum bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para petani karena terkendala ketiadaan saluran irigasi menuju lahan pertanian dan perpipaan yang minim.
Kondisi tersebut membuat pasokan air yang melimpah terbuang sia-sia, sementara para petani masih kesulitan mengairi sawah dan ladang mereka. Terkait persoalan ini, warga dan kelompok tani setempat sangat mengharapkan perhatian serius serta langkah nyata dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera membangun jaringan irigasi yang memadai.
Fasilitas ini dinilai sangat mendesak untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian milik masyarakat setempat.
Menanggapi keluhan dan permintaan tersebut, Januaria Awalde Berek menegaskan komitmennya untuk terus mengawal suara rakyat dan menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan agar segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas terkait. (Ronny)
