Home Olahraga Sambut HUT RI, Ratusan Pelari dari Jawa hingga Timor Siap Ramaikan Piebulak...

Sambut HUT RI, Ratusan Pelari dari Jawa hingga Timor Siap Ramaikan Piebulak Border Run 8,1K di Sabuk Merah Perbatasan Lamaknen Selatan

15
Arena Event Piebulak Border Run 8, 1 K di Jalan Sabuk Merah Lamaknen Selatan Perbatasan Negara RI-RDTL. Foto : Dok - Rony

ATAMBUA, The East Indonesia – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di garis luar perbatasan negara dipastikan berlangsung meriah.

Event olahraga Piebulak Border Run 8,1K yang akan digelar pada, Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 di Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, sukses menarik perhatian pencinta olahraga lari dari berbagai penjuru nusantara.

Bukan sekadar ajang lokal, kompetisi yang baru pertama kali diselenggarakan melintasi langsung Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-Timor Leste ini mulai menjelma menjadi sport tourism.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun panitia melalui Google Form, gelombang partisipasi dari luar Kabupaten Belu terus mengalir.

Sebanyak belasan pelari luar daerah dipastikan siap ambil bagian menantang jalur tapal batas.

Antusiasme terjauh datang dari Pulau Jawa, di mana perwakilan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bantul, Surabaya, dan Malang.

Sementara itu, keterwakilan dari daratan Timor juga akan dihadiri para peserta dari Kota Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Karenanya, termasuk peserta dari Kabupaten Belu, yang saat ini tercatat ada 334 peserta yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Piebulak Border Run 8,1 K.

Camat Lamaknen Selatan, Marius Dominggus Mau Bele, melalui Sekretaris Kecamatan, Daniel Nahak, menegaskan bahwa kehadiran para peserta luar daerah ini sejalan dengan misi utama Border Run.

Event ini memang sengaja dikemas berbeda, tidak melulu soal kompetisi kecepatan, melainkan ruang diplomasi budaya dan pariwisata.

“Border Run ini selain untuk memeriahkan HUT ke-81 RI, juga menjadi ajang promosi potensi wisata yang ada di Lamaknen Selatan,” ujar pria yang akrab disapa Denny Nahak.

Mengambil titik start dan finis di Kantor Camat Lamaknen Selatan, para pelari akan disuguhkan rute eksotis menuju Foholulik, Desa Lutharato. Sepanjang lintasan 8,1 kilometer tersebut, mata para peserta akan dimanjakan dengan bentang alam megah dan kekayaan sejarah lokal.

Rute ini sengaja dirancang untuk melewati lima ikon wilayah, yaitu indahnya view Jalan Sabuk Merah Perbatasan, panorama Bukit Holzap, aroma khas Sentra Kopi Henes Lakmaras, hingga jejak sejarah di Gereja Tua Nualain dan Kampung Adat Nualain.

Melalui langkah kaki para pelari dari berbagai kota di Indonesia ini, eksotisme Lamaknen Selatan diharapkan dapat semakin dikenal luas, sekaligus membuktikan bahwa beranda depan Indonesia mampu menghadirkan sport tourism yang berdaya saing tinggi.

Camat Lamaknen Selatan, Marius Dominggus Mau Bele, melalui Sekretaris Kecamatan Lamaknen Selatan, Daniel Nahak juga menegaskan bahwa Border Run 8,1K merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.

Menurutnya, selain menghidupkan semangat kemerdekaan melalui olahraga, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata Lamaknen Selatan kepada masyarakat dari berbagai daerah.

“Melalui Border Run 8,1K, kami ingin menggabungkan semangat olahraga, kemerdekaan, wisata, budaya dan ekonomi lokal dalam satu kegiatan,” harapnya.

Kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sepanjang jalur lomba, terutama dengan meningkatnya interaksi antara warga, peserta, dan pengunjung dari luar daerah.

Dengan melibatkan peserta dari berbagai wilayah, termasuk Timor-Leste, Piebulak Border Run 8,1K diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan olahraga dalam rangka HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan wajah Lamaknen Selatan sebagai salah satu kawasan perbatasan yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan potensi ekonomi lokal. (Ronny)