SINGARAJA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mempercepat peningkatan infrastruktur jalan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Proyek Rehabilitasi Jalan Dencarik–Pedawa (Bd. Desa), Dencarik–Cempaga, SP3 Jn. Temukus–SP3 Jp. Munduk menjadi salah satu pekerjaan strategis yang mendapat perhatian pemerintah daerah karena mendukung mobilitas masyarakat, sektor pertanian, hingga akses menuju kawasan pariwisata.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna meninjau langsung pengerjaan proyek yang berlokasi di Desa Dencarik, Desa Sidatapa, dan Desa Pedawa, Kecamatan Banjar tersebut, Senin (7/9). Ruas ini merupakan pelebaran jalan terpanjang yang dikerjakan Pemkab Buleleng pada tahun ini, dengan panjang penanganan mencapai sekitar 6 kilometer.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra menyoroti sejumlah tikungan tajam di sepanjang ruas yang selama ini rawan kecelakaan, khususnya bagi kendaraan besar dan roda dua.
“Tikungan-tikungan yang tajam tadi sudah diperlebar sehingga lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang nantinya menggunakan jalan ini,” ujar Sutjidra.
Proyek ini menelan anggaran hampir Rp10 miliar dan menghadapi kondisi medan yang lebih menantang dibanding ruas-ruas lain yang dikerjakan Pemkab Buleleng tahun ini. Bupati menekankan pentingnya menuntaskan pengerjaan sesuai jadwal yang telah disepakati dalam kontrak.
“Sesuai dengan kontrak, nanti Desember juga harus selesai. Tadi saya sudah sampaikan kepada penyedia, jangan sampai terlambat lagi,” katanya.
Sutjidra menjelaskan, ruas Dencarik–Pedawa dipilih sebagai prioritas karena menghubungkan sejumlah desa sekaligus memiliki keterkaitan dengan kawasan wisata Lovina. Selain aspek konektivitas antarwilayah, jalur ini juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian dari desa-desa penghasil cengkeh di kawasan atas Buleleng.
“Jalur ini menghubungkan Cempaga, Sidatapa, kemudian Padangbulia dan Dencarik. Kawasan ini juga memiliki keterkaitan dengan kawasan Lovina,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, Pemkab Buleleng mengalokasikan anggaran sekitar Rp70 miliar untuk paket rehabilitasi dan pelebaran jalan tahun ini, yang tersebar di sembilan kecamatan, di antaranya Banjar, Seririt, Grokgak, dan wilayah perkotaan Singaraja.
Bupati menambahkan, kemungkinan masih ada tambahan anggaran perubahan, namun akan difokuskan untuk pemeliharaan jalan berskala pendek seperti di Jalan Patimura, kawasan kota.
Selain proyek yang dikerjakan Pemkab, Sutjidra turut mengapresiasi swadaya masyarakat Sidatapa yang merelakan sebagian lahan dan pohon miliknya untuk pelebaran jalan di titik-titik tikungan rawan, tanpa meminta ganti rugi.
“Tidak ada pembebasan lahan, tidak ada ganti rugi untuk pohon-pohon yang ditebang. Murni dari kesukarelaan masyarakat, karena untuk keamanan mereka sendiri,” jelas Sutjidra.
Pelebaran swadaya tersebut menambah lebar jalan hingga 2,5 meter di titik-titik tikungan tajam, sehingga total lebar jalan di lokasi itu menjadi 8 meter. Pemkab Buleleng berperan memfasilitasi proses pengerasan setelah usulan pelebaran diajukan oleh masyarakat desa setempat.(Wis)


