Thursday, September 10, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional

JAKARTA, The East Indonesia — Prestasi di Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 menjadi pijakan bagi 15 talenta terbaik untuk melangkah lebih jauh. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) melanjutkan pembinaan para Best Speakers LDI cabang Debat Bahasa Inggris 2026 melalui kolaborasi dengan International Global Network (IGN).

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Puspresnas dan IGN tentang Pengembangan Talenta Lomba Debat Indonesia pada Program Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN).

Melalui kerja sama ini, 15 talenta terbaik akan memperoleh pembinaan lanjutan melalui program yang disiapkan IGN. Dari proses pembinaan tersebut, tiga peserta terbaik akan dipilih untuk mendapatkan kesempatan mengikuti AYIMUN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2027.

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan keberlanjutan pembinaan merupakan bagian dari semangat kolaborasi dan partisipasi semesta dalam pengembangan talenta yang terus didorong oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

“Yang pertama adalah kolaborasi, sebagaimana yang sudah kita lakukan saat ini. Selanjutnya adalah berkelanjutan, sehingga apa yang dihasilkan di tingkat nasional, anak-anak yang menjadi juara di tingkat nasional, perlu dipikirkan untuk jangka panjangnya. What next untuk kalian?” ujarnya di Jakarta, Rabu (9/9).

Menurut Irene, prestasi yang dicapai di tingkat nasional perlu menjadi awal untuk memikirkan perjalanan talenta dalam jangka panjang. Pembinaan tidak berhenti ketika kompetisi berakhir, tetapi perlu memberikan ruang bagi peserta untuk terus berkembang dan memperoleh pengalaman yang lebih luas.

“Harapannya, setelah mendapatkan pengalaman dan kesempatan yang lebih luas, mereka dapat kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi untuk Indonesia,” lanjutnya.

Irene menambahkan bahwa pengembangan talenta perlu dilakukan secara inklusif, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional. Para peserta yang mencapai tingkat nasional merupakan bagian dari proses panjang penemuan dan pengembangan talenta dari berbagai daerah.

“Selanjutnya adalah inklusivitas. Pengembangan talenta harus dimulai dari sekolah, kabupaten/kota, dan berbagai daerah. Anak-anak yang hadir di sini merupakan mereka yang telah melalui proses dan menunjukkan prestasinya hingga tingkat nasional,” tuturnya.

Selain capaian akademik dan prestasi, Irene menekankan pentingnya membangun karakter dan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian dari pembinaan talenta. “Kami mengupayakan agar pembinaan dan penemuan prestasi dijalankan secara utuh, tidak semata-mata mengejar prestasi. Karena sering kali prestasi, ketika tidak didukung dengan karakter yang kuat dan critical thinking yang baik, hasilnya tidak akan berkembang secara optimal,” pungkasnya.

Sementara itu, President of International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, mengatakan kolaborasi dengan Puspresnas merupakan langkah awal untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi talenta muda Indonesia. “Ini merupakan langkah pertama. Kami berharap IGN dapat memberikan kontribusi bagi anak-anak muda di Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan IGN ingin memastikan talenta muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi hingga ke tingkat internasional. “Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak muda di Indonesia agar prestasi mereka tidak berhenti di tingkat nasional. Kami berharap dapat mendampingi mereka untuk melangkah ke tingkat internasional,” imbuhnya.

Kerja sama Puspresnas dan IGN menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan talenta yang berkelanjutan. Melalui pengalaman di tingkat nasional dan kesempatan mengikuti forum internasional, para talenta muda diharapkan dapat memperluas wawasan, jejaring, dan kapasitas diri sebelum kembali memberikan kontribusi bagi Indonesia.***

Popular Articles