Wednesday, September 2, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kemendikdasmen Dorong Pelatihan ASN Berdampak pada Perubahan Cara Kerja

DEPOK, The East Indonesia — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong perubahan paradigma pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), dari sekadar mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat menjadi proses pembelajaran yang menghasilkan perubahan cara kerja dan peningkatan kinerja organisasi.

Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen, Herdiana, mengatakan pengembangan kompetensi harus ditempatkan sebagai investasi strategis organisasi. Keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah pegawai yang mengikuti kegiatan, tetapi dari peningkatan kompetensi, perubahan cara bekerja, kemampuan menyelesaikan persoalan, serta kontribusinya terhadap tujuan organisasi.

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan dan memberikan perubahan terhadap kualitas pekerjaan,” ujar Herdiana saat membuka rangkaian Pelatihan Teknis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Angkatan 1 dan 2, Pelatihan Teknis Disiplin Pegawai Angkatan 3 dan 4, serta Pelatihan Teknis Kearsipan Tingkat Dasar Angkatan 7 di lingkungan Kemendikdasmen, Senin (31/8).

Herdiana mendorong ASN Kemendikdasmen tidak hanya menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi turut memastikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat. Karena itu, kompetensi ASN menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan, regulasi, teknologi, dan tata kelola pendidikan berjalan secara optimal.

“Regulasi yang baik tidak akan memberikan hasil apabila tidak dilaksanakan dengan disiplin. Teknologi yang canggih tidak akan memberikan manfaat apabila informasi dan arsip tidak dikelola dengan baik. Dan satuan pendidikan tidak akan benar-benar aman apabila kita tidak memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tuturnya.

Tiga pelatihan yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen tersebut memiliki fokus berbeda, tetapi bermuara pada penguatan profesionalisme dan kontribusi ASN terhadap organisasi.

Pelatihan Teknis SPAB diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan satuan pendidikan dalam menghadapi risiko bencana, termasuk kemampuan memahami risiko, menyusun langkah kesiapsiagaan, dan merespons keadaan darurat. “Kita ingin memastikan bahwa ketika terjadi bencana, satuan pendidikan tidak hanya mampu menyelamatkan jiwa, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan layanan pendidikan,” katanya.

Pelatihan Teknis Disiplin Pegawai memperkuat integritas, kepatuhan, tanggung jawab, dan profesionalisme ASN. Herdiana menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar persoalan kehadiran, tetapi kesadaran untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memahami dampaknya terhadap kinerja organisasi serta pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Pelatihan Teknis Kearsipan Tingkat Dasar meningkatkan kompetensi pegawai dalam mengelola informasi dan dokumen secara tertib, sistematis, dan akuntabel. Menurutnya, arsip merupakan aset penting organisasi yang menjadi rekam jejak pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan serta mendukung akuntabilitas dan transparansi.

Lebih lanjut, Herdiana menekankan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti di ruang pembelajaran. Kompetensi yang diperoleh harus dibawa kembali ke unit kerja dan diterapkan untuk menghasilkan perbaikan.

Ia memperkenalkan siklus pengembangan kompetensi yang diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja Kemendikdasmen, yaitu Belajar → Menerapkan → Memperbaiki → Menghasilkan Kinerja. “Setiap pegawai yang mengikuti pelatihan diharapkan kembali ke unit kerjanya dengan membawa kompetensi, gagasan, dan semangat untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Ketiga pelatihan tersebut diikuti 132 peserta, terdiri atas 43 peserta SPAB, 65 peserta Disiplin Pegawai, dan 24 peserta Kearsipan Tingkat Dasar. Pelatihan SPAB dan Kearsipan dilaksanakan secara blended learning pada 24 Agustus–3 September 2026, sedangkan Pelatihan Disiplin Pegawai dilaksanakan secara daring pada periode yang sama. Penyelenggaraan melibatkan widyaiswara PPSDM Kemendikdasmen serta pejabat dan praktisi dari lembaga terkait sesuai bidang pelatihan.

Herdiana berharap pengembangan kompetensi semakin menjadi bagian dari budaya kerja Kemendikdasmen yang berorientasi pada hasil. Dengan SDM yang kompeten, disiplin, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pelayanan, Kemendikdasmen diharapkan semakin kuat dalam menjalankan tugas mencerdaskan kehidupan bangsa.***

Popular Articles