ATAMBUA, The East Indonesia – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ke-16, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan sosial, pelayanan publik, hingga pasar murah yang melibatkan masyarakat perbatasan serta warga negara tetangga, Timor Leste.
Kepala Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP, melalui Kasubid Pengembangan Kawasan PLBN Motaain, George Yorison Amtiran, menyampaikan bahwa pihak PLBN telah menyusun sejumlah agenda strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat selama tiga hari berturut-turut.
“Dalam rangka menyambut HUT BNPP ke-16, kami di PLBN Motaain mempunyai beberapa agenda kegiatan yang dimulai sejak hari ini,” ujar George saat diwawancarai langsung di lokasi kegiatan pada Selasa, 15 September 2026.
Rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan aksi donor darah pada pagi hari, disusul dengan pelayanan Samsat Keliling untuk mempermudah masyarakat perbatasan dalam mengurus administrasi kendaraan.
Selain itu, pihak PLBN juga menggelar operasi pasar beras murah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kami bekerjasama dengan Bulog Atambua juga menyediakan 2 ton beras SPHP kemasan 5 kg dengan harga 60 ribu rupiah. Antusiasme warga sangat tinggi, bahkan antrean cukup panjang hingga ada warga yang tidak kebagian,” jelas George.
Disampaikan bahwa setelah jam istirahat siang, agenda dilanjutkan dengan aksi gotong royong pembersihan rumah ibadah.
Ada tiga gereja di wilayah perbatasan yang menjadi target aksi bersih-bersih ini, yaitu Gereja Seroja, Gereja Silawan, dan Gereja Motaain.
George juga mengatakan bahwa memasuki hari kedua, Rabu, 16 September 2026, PLBN Motaain akan memfokuskan pergerakan pada aksi sosial di tiga titik berbeda.
Titik pertama menyasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Silawan, diikuti titik kedua di SD Inpres Tulakadi.
Di dua lokasi ini, akan dilakukan pembagian tumbler (botol minum) serta sosialisasi pengenalan tugas dan fungsi BNPP kepada anak-anak sejak dini.
Sementara titik ketiga akan dipusatkan di Panti Asuhan Onaboi untuk penyerahan bantuan sembako.
George menambahkan bahwa acara puncak akan dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, yang diisi dengan ibadah misa bersama dan pemotongan tumpeng secara sederhana.
“Agenda kita cukup simpel dan tidak ada euforia berlebihan. Hal ini sebagai bentuk empati dan solidaritas kita karena saat ini beberapa wilayah di Indonesia sedang dalam status bencana, dan ada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.
Kemeriahan nuansa perbatasan semakin terasa karena momen ini bertepatan dengan aktivitas rutin hari Selasa di PLBN Motaain.
Kasubid Fasilitasi dan Pelayanan Pos Lintas Negara PLBN Motaain, Yonathas Mau Buti, mengungkapkan bahwa kunjungan dari negara tetangga mengalami peningkatan pada pagi hari.
“Pagi tadi pengunjung dari Timor Leste lumayan banyak, baik itu dari petugas CIQ (Customs, Immigration, Quarantine) Timor Leste maupun masyarakat yang tinggal di dekat perbatasan negara,” ungkap Yonas.
Menariknya, para pengunjung dari Timor Leste tersebut juga ikut berbelanja memanfaatkan momentum pasar murah ini.
Terkait transaksi keuangan, Yonas
menegaskan bahwa seluruh aktivitas jual beli di area PLBN wajib menggunakan mata uang resmi Indonesia.
“Pada prinsipnya, mereka berbelanja menggunakan mata uang Rupiah. Untuk mempermudah transaksi tersebut, di sini sudah tersedia layanan money changer (penukaran valuta asing), baik yang disediakan oleh Bank NTT maupun oleh pihak swasta,” pungkasnya. (Ronny)

