SINGARAJA, The East Indonesia – Puluhan warga Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng meminta kepastian pada Senin (14/9). Sebab sejak Bulan Juli, distribusi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari malah macet.
Warga datang langsung ke Unit Pengelola Sarana Air Bersih (UPS-AB) Tirta Giri Amertha. Mereka merupakan warga dari wilayah Kelod Kuta, Babakan, dan Lanyahan. Puluhan orang itu merasa geram, lantaran gangguan distribusi air bersih yang terlalu lama.
Sementara yang lainnya, menyebut adanya perumahan di wilayah tersebut, mengganggu pasokan air disana. Pemisahan jalur air pun diminta, antara warga lama dan yang ada di BTN.
”Tidak pernah ada pengecekan meteran ke lapangan secara langsung, namun tagihan tetap keluar,” protes Wayan Buda Westrawan, salah satu warga.
Kecemburuan yang timbul di masyarakat, karena distribusi yang terganggu, membuat mereka menggelar aksi damai. Sebab air menjadi salah satu kebutuhan prioritas. Permasalahan serupa disebut pernah terjadi pada 2015 lalu.
Sekretaris Desa Tamblang, I Made Wasuyuta mengatakan, 40-50 KK di wilayah tersebut sejak Juli mengalami gangguan air bersih. Bahkan sebulan kebelakang, ada warga yang sampai tidak mendapatkan air bersih. Sedangkan di jalur lainnya, malah distribusi airnya lancar. Sejumlah opsi telah ditawarkan yang telah disetujui para warga. Namun mereka ingin ada aksi nyata.
Opsi cepat yang ditawarkan yakni penambahan jalur distribusi baru, guna meningkatkan tekanan pasokan air ke warga wilayah Kelod Kauh, serta area lain yang terganggu. Sebab selama mereka tidak ada distribusi air, mereka terpaksa melakukan aksi-aksi ekstrem untuk mendapatkan air.
”Hari ini sudah mulai ada pergerakan dari tim UPS. Target dua hari bisa diselesaikan,” katanya.
Selain itu, ada juga kesepakatan tindak lanjut dari keluhan warga. Yakni UPS AB akan melaksanakan pengawasan dan penertiban jalur distribusi air secara rutin. Kemudian meningkatkan diameter pipa jalur. Lalu pemasangan booster pump dengan memanfaatkan tiga unit toren di Water Treatment Tangkid.
”Biar kendala mereka tidak menerima air berbulan-bulan itu, bisa terselesaikan,” pungkasnya.(Wos)


