Tuesday, September 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Peringati Hari Demokrasi Internasional, BEM STISIP Fajar Timur Atambua Gelar Diskusi Peran Mahasiswa Kawal Demokrasi

ATAMBUA, The East Indonesia – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fajar Timur Atambua (STISIP FTA) menyelenggarakan diskusi ilmiah dalam rangka memperingati Hari Demokrasi Internasional.

Kegiatan yang mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Mengawal Sistem Demokrasi di Indonesia” ini berlangsung di Ruang Kampus STISIP Fajar Timur Atambua pada Selasa, 15 September 2026.

Hadir sebagai narasumber utama, Adeo J. Baros Mbiri, S.IP., M.Sos., menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menjaga dan mengawal keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar kelompok intelektual di dalam kampus, melainkan pemegang tanggung jawab moral sebagai agen perubahan (agent of change) dan kontrol sosial di tengah masyarakat.

“Mahasiswa perlu berani menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan publik. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara objektif, berdasarkan data, serta tetap mengedepankan etika dan nilai-nilai demokrasi,” ujar Adeo J. Baros Mbiri saat memaparkan materinya.

Dirinya menambahkan, demokrasi yang sehat sangat membutuhkan generasi muda yang kritis namun tetap konstruktif.

Mahasiswa diharapkan mampu mengawal proses pemerintahan, menyampaikan aspirasi masyarakat, serta menghargai perbedaan pendapat dengan penuh tanggung jawab dan toleransi.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung dinamis, para mahasiswa aktif melayangkan sejumlah pertanyaan krusial terkait realitas demokrasi saat ini diantaranya

* Salah satu mahasiswa mempertanyakan implementasi nyata dari prinsip dasar demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dalam penyelenggaraan roda pemerintahan di Kabupaten Belu.

* Mahasiswa juga menyoroti strategi konkret mahasiswa dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada masyarakat demi mendongkrak kesadaran dan partisipasi politik warga.

* Selain itu mahasiswa mengkritisi dilema klasik antara pilihan politik demokratis dan pemenuhan kebutuhan ekonomi, serta bagaimana cara memotong mata rantai praktik politik uang (money politics) agar pemilu dapat berjalan jujur dan adil.

Merespons dinamika tersebut, narasumber merangkum lima poin besar mengenai peran dan tanggung jawab yang harus diemban oleh mahasiswa saat ini.

1. Mahasiswa sebagai Penggerak Partisipasi Publik
Mahasiswa memiliki peran dalam mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik. Melalui kegiatan akademik, organisasi, diskusi, maupun pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyampaikan aspirasi serta ikut terlibat dalam proses pembangunan.

2. Mahasiswa sebagai Agen Pengawas Pemerintahan
Mahasiswa dapat menjadi salah satu kelompok yang turut mengawasi jalannya pemerintahan. Sikap kritis dan kemampuan berpikir berdasarkan data dapat digunakan untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pengawasan tersebut hendaknya dilakukan secara objektif, konstruktif, dan tetap berdasarkan etika serta aturan yang berlaku.

3. Mahasiswa sebagai Penjaga dan Penyebar Nilai-Nilai Demokrasi
Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk memahami, menjaga, dan menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi seperti kebebasan berpendapat, kesetaraan, toleransi, musyawarah, serta penghormatan terhadap perbedaan. Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi contoh dalam menyampaikan pendapat secara santun dan menghargai pandangan orang lain.

4. Mahasiswa sebagai Inovator dalam Menciptakan Solusi Sosial
Dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan sosial, tetapi juga dapat menghadirkan gagasan dan inovasi sebagai solusi. Kreativitas mahasiswa dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak positif yang nyata.

5. Mahasiswa sebagai Kekuatan Moral dan Etika
Mahasiswa diharapkan menjadi kelompok yang memiliki integritas, menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Ilmu pengetahuan yang dimiliki harus diiringi dengan moral dan etika sehingga mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menggunakan ilmunya untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan bangsa.

Dari kelima poin tersebut, dapat dipahami bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari masyarakat yang mampu memberikan perubahan positif.

Peran mahasiswa tidak cukup hanya melalui kritik, tetapi juga perlu diwujudkan melalui partisipasi, pengawasan yang konstruktif, penyebaran nilai demokrasi, inovasi, serta keteladanan moral dan etika.

Dengan menjalankan peran tersebut secara konsisten, mahasiswa dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang demokratis, adil, dan berkemajuan. (Ronny)

Popular Articles