ATAMBUA, The East Indonesia – Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY dari Pos Nunura menggagalkan penyelundupan ratusan botol minuman beralkohol dan minuman bersoda melalui jalur tidak resmi di Desa Tohe, Kabupaten Belu, pada Senin, 12 Oktober 2026 malam.
Dari operasi tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 170 botol minuman beralkohol jenis Ha Buck Whisky dan Ha Buck Anggur, 10 krat Sprite, serta lima krat Fanta yang rencananya diselundupkan ke Timor Leste.
Kegiatan tersebut berawal dari perintah Danki SSK I Kapten Arh Iman Wanda untuk melaksanakan patroli malam dan pemantauan jalur-jalur tidak resmi guna mencegah aktivitas ilegal di wilayah perbatasan.
Patroli yang dipimpin Danpos Nunura Letda Arh Fadilah Yusuf, S.Tr.(Han), bersama empat personel lainnya dimulai sekitar pukul 21.45 WITA dengan menyisir sejumlah jalur yang dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan penyelundupan.
Selanjutnya, personel mendapati pergerakan mencurigakan di salah satu jalur tidak resmi dan segera melakukan pergerakan senyap untuk mengejar orang tak dikenal yang bergerak ke arah wilayah Timor Leste.
Dalam upaya penyergapan yang dilakukan, terduga pelaku berhasil melarikan diri sehingga identitasnya belum dapat diketahui.
Setelah melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, personel menemukan barang bukti berupa 170 botol minuman beralkohol jenis Ha Buck Whisky dan Ha Buck Anggur, serta 10 krat minuman bersoda Sprite dan lima krat Fanta yang diduga ditinggalkan saat pelaku melarikan diri.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan diangkut menuju Pos Nunura pada Selasa dini hari, 13/10/2026.
Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY, Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos., menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di sepanjang jalur-jalur tidak resmi untuk mencegah segala bentuk aktivitas ilegal di wilayah perbatasan, dengan tetap mengutamakan profesionalisme, kewaspadaan, dan keselamatan personel.
Dirinya menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan barang bukti tersebut merupakan hasil dari kesiapsiagaan personel dalam melaksanakan patroli malam dan mendeteksi pergerakan mencurigakan di wilayah tugasnya.
Menurutnya, pengawasan secara berkelanjutan perlu dilakukan karena jalur-jalur tidak resmi berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menghindari pemeriksaan resmi di perbatasan.
Dansatgas juga menekankan pentingnya koordinasi antar pos dan instansi terkait untuk menghimpun informasi, menelusuri asal-usul barang, serta mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan aktivitas penyelundupan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY akan meningkatkan intensitas patroli, memetakan jalur-jalur tidak resmi yang rawan dimanfaatkan untuk penyelundupan, serta memperkuat koordinasi antarpos di wilayah perbatasan.
Barang bukti yang telah diamankan akan didata, didokumentasikan, dan disiapkan untuk diserahkan kepada Makosatgas sesuai prosedur yang berlaku guna mendukung proses penanganan lebih lanjut. (Ronny)

