KUPANG, The East Indonesia – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Belu kembali menorehkan prestasi gemilang dalam sejarah olahraga daerah.
IPSI Belu berhasil memastikan diri keluar sebagai Juara Umum 1 pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu malam, 25 Oktober 2026.
Harus diakui bahwa langkah sempurna ini diawali dengan persiapan matang selama 2 bulan sebelum keberangkatan tim.
Bergabung dalam Kontingen Kabupaten Belu yang mengirimkan total 134 atlet dari 7 cabang olahraga (cabor), IPSI Belu sendiri menerjunkan 17 atlet terbaiknya untuk berlaga di Kota Kupang pada 22–26 Oktober 2026.
Para pesilat muda asal Belu ini turun bertanding dalam tiga kategori utama, yaitu kategori laga (tanding), kategori seni, dan kategori solo kreatif.
Datang dengan status juara bertahan, IPSI Belu sejak awal memang mengusung misi besar untuk mempertahankan status juara Umum.
Motivasi tersebut terbukti di gelanggang pertandingan yang mana melalui perjuangan keras, kontingen pencak silat Rai Belu sukses mengumpulkan total 11 medali, dengan rincian 7 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Kemenangan dramatis pada Minggu malam tersebut disambut penuh haru dan eufroia. Tampak hadir secara langsung di lokasi pertandingan untuk memberikan dukungan dan merayakan kemenangan, Ketua IPSI Belu, Benedictus Manek, bersama jajaran pengurus serta para pelatih IPSI Belu.
Pencapaian luar biasa di POPDA VIII ini sekaligus memperpanjang dominasi IPSI Belu di tingkat provinsi.
Sebagai catatan sejarah, IPSI cabang Belu tercatat selalu tampil sebagai juara umum cabor Pencak Silat sejak POPDA II, III, IV, V, VI, hingga VII.
Dengan hasil terbaru ini, IPSI Belu sukses mengunci gelar juara umum sebanyak tujuh kali berturut-turut.
Satu-satunya momen IPSI Belu tidak mendapatkan juara umum 1 yakni terjadi pada gelaran POPDA I, di mana saat itu harus puas finis di peringkat ke-2.
Keberhasilan tahun 2026 ini menjadi bukti nyata konsistensi pembinaan atlet pencak silat usia muda di Kabupaten Belu yang tetap terjaga menjadi yang terbaik di NTT. (Ronny)


