Wednesday, January 28, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pemerintah Belu Terus Berupaya Atasi Kekeringan

Atambua,Theeast.co.id,  – Musim kemarau yang berkepanjangan dapat menimbulkan beberapa persoalan seperti kekurangan air bersih. Hal ini pun terjadi di daerah Belu sehingga untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Belu terus melakukan berbagai upaya penanganan kekurangan air bersih. Bupati Belu Willybrodus Lay melalui Plt Kepala Dinas PUPR Vincent Laka mengatakan bahwa sehubungan dengan kekeringan yang berkepanjangan pemerintah sedang berupaya atasi persoalan itu, Rabu (26/09/2018).
Diungkapkan, sumber mata air Wematan-Tirta dan sumber mata air Lahurus saat ini telah mengalami penurunan debit air yang drastis, sehingga memengaruhi pelayanan air bersih terhadap masyarakat di wilayah perbatasan Belu. “Dengan penurunan ini kita sudah mencari sumber mata air terbaru. Kemarin kita sudah coba gali di kali Motabuik namun debitnya sangat minim sehingga kita telah lakukan penutupan kembali. Nanti kita akan gali di kali Fatubenao dan beberapa tempat tertentu atas data geologi yang memiliki sumber air. Kita minta waktu untuk mencari sumber air baru”, jelas Laka.

Untukk pelayanan air bersih kepada masyarakat Belu daerah perbatasan negara RI-RDTL yang jauh dari perkotaan, pemerintah daerah telah mengirimkan kendaraan tanki air seperti di Kecamatan Lamaknen, Lasiolat, Lamaknen Selatan, Tasifeto Timur, Kakuluk Mesak, Raimanuk, Nanaet Duabesi dan Tasifeto Barat. Mobil-mobil tersebut juga sudah dioperasikan sesuai permintaan masyarakat. Pengoperasian kendaraan tanki-tanki air milik pemerintah daerah Kabupaten Belu diperuntukkan bagi semua masyarakat Belu dan sesuai dengan perintah Bupati serta Wakil Bupati Belu. Biaya subsidi tanki air di daerah manapun di Belu baik dalam perkotaan ataupun daerah paling jauh dari perkotaan harganya Rp. 50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah). Ditegaskan bahwa biaya itu bukan biaya pembayaran tangki tetapi biaya itu bantuan subsidi operasional kendaraan. “Kita sebagai pemerintah tidak sedang mencari untung disini tapi kita berusaha melayani masyarakat sesuai kebutuhan mereka dalam hal ini mengatasi kekeringan. Biaya yang ditetapkan itu sebagai bantuan subsidi operasi tanki”, tutur Plt. Kepala dinas PUPR.

Vincent juga meminta agar masyarakat dapat bersabar sebab dalam pengoperasian mobil tanki pada daerah tertentu agak lambat karena lokasi pengambilan dan pemberian air bersihnya cukup jauh. Selain itu permohonan kesabaran ini juga atas ketersediaan kendaraan dimana tiap kecamatan hanya mendapatkan 1 unit tangki air pemerintah daerah.
Disamping penggalian sumber air baru Pemerintah Daerah Kabupaten Belu juga melakukan usaha lain dengan mengadakan sumur bor. Plt Kepala Dinas PUPR Belu menyampaikan bahwa saat ini ada 18 titik pengeboran sumur yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Belu. Delapan belas (18) titik pengeboran sumur itu sudah dilakukan pelelangan dan penandatanganan kontrak pada minggu yang lalu, sehingga secara keseluruhan hasil yang dicapai akan terjadi 2 sampai 3 bulan kedepan. (Ronny)

 

Popular Articles