Saturday, March 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Belu akan Kekurangan Air Bersih Secara Serius

Atambua, Theeast.co.Id – Kekurangan air bersih menjadi permasalahan yang selalu muncul di beberapa daerah Indonesia saat musim kemarau. Demikian persoalan ini juga dialami oleh Kabupaten Belu yang merupakan daerah perbatasan negara RI-RDTL. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belu, Alfonsius Kehi dalam wawancara dengan wartawan media ini mengatakan, bila pada akhir bulan Oktober ini tidak adanya pergantian musim dari kemarau ke penghujan maka Kabupaten Belu akan kembali mengalami persoalan serius terkait kekeringan dan air bersih seperti tahun-tahun sebelumnya yang dialami di Belu, Senin (15/10/2018). “Kita mengharapkan agar akhir bulan oktober kita sudah mengalami perubahan ke musim hujan karena kalau tidak kita akan alami kekurangan air bersih seperti tahun-tahun sebelumnya”, ungkap Alfonsius.

Disampaikan bahwa untuk mengatasi hal tersebut pemerintah juga sudah menyiapkan cara menangani persoalan kekurangan air bersih tersebut. “Tapi kita pemerintah selalu siap tangani hal itu setiap tahun untuk meminimalisir penderitaan masyarakat kekurangan air bersih di Belu”, katanya.

Saat ini di musim kemarau, daerah Belu masih terus mengalami kekeringan. Dikatakan bahwa jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini penanganan kekeringan jauh lebih baik. Penanganan yang lebih baik ini tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan yang selalu ada di Kabupaten Belu dalam beberapa tahun terakhir.

Disamping itu sampai dengan pagi tadi saat dirilis oleh awak media ini, masyarakat Labupaten Belu di beberapa desa dan kelurahan dalam menghadapi kekeringan telah menyampaikan laporan tertulis kepada BPBD Belu diantaranya Kelurahan Fatubenao, Kelurahan Rinbesi, Tenukiik, Desa Tulakadi, Desa Dualaus, Desa Fatuketi, Desa Umaklaran dan Desa Silawan. Menyikapi hal tersebut, Kepala pelaksana BPBD Belu ini mengatakan bahwa pihaknya (BPBD) di kabupaten Belu menyiapkan 2 mobil tangki air yang akan melayani masyarakat secara gratis sekaligus terus memantau kondisi terkini mengenai kekurangan air bersih.
Kondisi musim kemarau di Belu juga diakui panasnya melebihi tahun-tahun yang lalu sehingga Alfonsius sangat mengharapkan agar masyarakat yang berada di perbatasan negara RI-RDTL lebih memperhatikan kualitas air bersih.”Ini tahun lebih panas daripada tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat harus melihat kualitas air bersih. Kalau memang airnya sudah kotor dan tidak layak konsumsi itu harus lebih hati-hati kita tidak mengharapkan terjadi dampak lain akibat kekurangan air bersih”, imbuhnya. (Ronny)

Popular Articles