Buleleng,Theeast.co.id, – Setelah melakukan pengecekan terhadap jaringan IT di Diskominfosandi Buleleng, Tim IT Security Assessment (ISA) dari Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) RI mempresentasikan hasil penleitian yang dilakukan selama 4 Hari.
Tim ISA BSSN RI terdiri dari 4 orang yaitu Sutanto, (sandiman muda pada Subdirektorat Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Pemerintah Daerah Deputi I BSSN), Anggrahito, S. (sandiman muda pada Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Keamanan Siber, BSSN), Irma Nurfitri Handayani (Analisis Identifikasi Kerentanan Siber, Deputi 1 BSSN) dan Daniel Melando (Analisis Identifikasi Kerentanan Siber, Deputi 1 BSSN).
Presentasi dibuka oleh Putu Gopi Suparnaca, Kabid Sandi BSN Kabid Layanan Egov Ngakan Yudha, didampingi jajaran Kasi Bidang Sandi dan Admin/Staf Teknis terkait keamanan informasi Bidang egov dan Bidang TIK. Hasil ISA ini disampaikan oleh salah satu Tim ISA BSSN RI Anggrahito. Giat ISA salah satu bagian Tupoksi bidang sandi bekerja sama dengan BSSN RI menggelar IT secure assessment untuk mengetahui sejauh mana tingkat secure pengamanan informasi yang ada guna meminimalisir tingkat kebocoran info yang ada di jejaring TIK dan Egov Diskominfosandi Kabupaten Buleleng, baik Mikrotik internet, portal web goverment, aplikasi online bahkan pada center server.
Upaya kerja sama dlm pengaman ini didasari oleh regulasi UU ITE 11/2008 – 19/2016, Perpres 133 / 2017 tentang BSSN, Permen Kominfo No
4/2016 ttg sistem managemen pengamanan informasi. Anggrahito menjelaskan, upaya pengamanan ini hendaknya updating infrastruktur dan aplikasi secure searah kemajuan IT, didukung kesiapan SDM, sarana prasarana IT, dan proses sistemnya di internal Kominfosandi Buleleng.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kekuatan keamanan jejaring IT serta menjaga keutuhan, ketersediaan dan kerahasiaan informasi yang dikelola Kominfosandi, dari ancaman pihak luar yang dalam hal ini adalah hacker. “Seperti yang sudah saya sampaikan, kesiapan SDM, sarana prasarana IT dan proses sistemnya sangat mempengaruhi kekuatan pengamanan pada jejaring IT yang digunakan pemerintah,” ujarnya.
Dari hasil assessment dan evaluasi selama di Buleleng, ada 4 titik yang dijadikan fokus assessment yakni aplikasi online seperti Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (e-Sakip), Layanan Pengadaan Secara Elektronik LPSE, Portal website Bulelengkab, dan mikrotik jaringan internet yang ada pada server aplikasi Diskominfosandi Kabupaten Buleleng.
Oleh pihak BSSN hasil yang didapatkannya adalah tingkat pengamanannya dinyatakan baik. Akan tetapi masih adanya celah kelonggaran kerawanan dari beberapa titik aplikasi yang ada untuk memungkinkan pencurian data informasi bahkan dirusak oleh hacker.
Saran BSSN agar ada tindaklanjut untuk peningkatan (updating secure aplikasi) dan updating infrastruktur serta di didukung oleh tim SDM yang handal, artinya optimalnya keseimbangan prosesing, teknologi and people guna meningkatkan peran fungsi persandian yang profesional dalam pengamanan IT siber hendaknya didukung kuantitas dan kualitas SDM, sarana prasarana teknologi dan system update, sehingga upaya dini adalah optimalisasi tim teknisi internal untuk bekerja sama dalam memelihara, menjaga dan mengamankan jejaring dimaksud. Sehingga segala bentuk ketersediaan, keutuhan dan kerahasian informasi atau database tetap aman, tidak dicuri bahkan dirusak oleh para hacker. “Kami sarankan untuk melakukan upgrading pada aplikasi-aplikasi yang digunakan secara berkala. Itu dapat menghindari ipaya peretasan yang dilakukan oleh hacker,” lanjut Anggrahito.
Hasil ini juga dapat dijadikan referensi kedepan dalam penyusunan program kerja Bidang Sandi bersama jajaran Bidang TIK dan Layanan Egov dalam upaya meningkatkan secure IT.
Berawal dari peningkatan kesadaran pemahaman akan keamanan IT internal, eksternal lingkup Pemkab Buleleng. (Nay)


