SANUR – Pameran lukisan hasil karya pelukis nasional digelar di Griya Santrian Gallery, Sanur dengan tema ‘Dari Masa ke Rasa #2’. Dibuka pada Jumat (17/11), pameran ini berisikan 23 karya-karya terbaik dari lima pelukis yang sebagian besar berisikan kritik sosial terhadap gaya dan cara hidup masyarakat saat ini.
Pameran yang berlangsung sampai 30 Desember 2017 ini menampilkan seni lukis dari Agung Tato Suryanto (Surabaya), Agustan (Jakarta), Angga Sukma Permana (Yogyakarta), Made Kenak Dwi Adnyana (Bali), dan M. Muhlis Lugis (Makasar). Kelimanya merupakan lulusan ISI Yogyakarta pada tahun 2015.
“Beberapa karya kami tentang kritik sosial dan fenomena sosial baik dari diri pelukis sendiri maupun dikehidupan nyata. Lewat lukisan-lukisan ini kami ingin menonjolkan pencapaian kami dalam berkarya, dan penilaiannya kami kembalikan ke para pengunjung,” ujar Made Kenak Dwi Adnyana.
Terkait pemilihan tema, ‘Dari Masa ke Rasa #2’ merupakan kelanjutan dari tema pameran sebelumnya yang bertemakan ‘Masa ke Rasa #1’ yang digelar di Surabaya. “Tema ini merupakan cara kami memaknai waktu atau momentum yang berpengaruh pada proses kreatif kami sebagai seniman baik itu secara teknis, gagasan tematik, maupun pengetahuan kesenirupaan,” papar Made Kenak.
Sementara itu salah satu penulis yang ikut serta dalam pameran lukisan ini Rain Rosidi menjelaskan, pameran ini merupakan pembuktian adanya kecocokan chemistry diantara para seniman yang terlibat, padahal cukup susah untuk menggabungkan idealisme seniman untuk dikumpulkan dalam satu wadah.
“Pameran ini merupakan penanda kebersamaan mereka dan juga untuk menunjukan hubungan seni dengan kenyataan,” ujarnya.
Yang menarik, pameran ini juga memamerkan karya seni grafis yang senimannya masih jarang di Bali. Untuk itu pameran ini diharapkan bisa memotivasi dan mengedukasi seniman grafis di Bali.


