Monday, March 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Longsor Terjang Perumah Sari Anyar Tabanan

Denpasar, Theeast.co.id – Hujan deras yang mengguyur Pulau Bali sejak Senin malam hingga Selasa (22/1) menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Bali. Salah satunya terjadi di Perumahan Sandan Sari Anyar blok G, Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali. Puluhan rumah yang terletak di pinggir sungai ini terancam jebol karena tebing pembatas antara batas rumah terus digerus banjir yang menyebabkan terjadinya longsor.

Kepala Seksi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tabanan Trisna Widiatmika saat dihubungi membenarkan terjadinya banjir besar di sungai yang tebingnya berbatasan langsung dengan perumahan. “Benar. Hujan deras mulai semalam hingga tadi pagi. Karena banjir yang cukup besar, tembok yang berbatasan langsung dengan ujung perumahan dikikis air, sehingga sebagian badan rumah ada yang sudah tergantung ke tebing,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/1). Hingga siang tadi, satu rumah sudah berhasil terbawa tanah longsor. “Untungnya para penghuni rumah sudah keluar mengevakuasi diri karena melihar banjir dari Sungai Yeh Panahan yang terus meninggi,” ujarnya.

Menurutnya, tim TRC dari BPBD Tabanan tadi pagi sudah turun ke lokasi dan meminta warga yang rumahnya berada di pinggir sungai untuk mengungsi. Setelah didata, rumah yang terancam adalah bangunan yang ada di Blok G No 42, 43,44, 38. Totalnya ada sekitar 10 rumah yang berada dalam ancaman longsor serius. Rumah itu tidak bisa ditempati sama sekali. Akibatnya, ada 10 KK dan 60 KK di perumahan tersebut harus mengungsi. “BPBD Tabanan tidak membangun posko pengungsi, karena mereka bisa pindah ke tempat saudaranya dan keluarga lainnya yang lebih aman,” ujarnya.

Kelian Dinas Banjar Jadi Desa I Putu Tampan Sujadi menuturkan, di Perumahan Sandan Sari Anyar Blok G yang dikenal warga setempat dengan nama perumahan Sandan Sari Bawah tersebut ada 60 unit rumah yang dibangun tepat di atas senderan Sungai Yeh Panahan. “Dari 60 KK yang menghuni Perumahan Sandan Sari Bawah ini, sudah ada 10 KK yang mengungsi karena merasa khawatir rumahnya terbawa tanah longsor,” katanya. BPBD Tabanan juga menyebut, okasi perumahan Sandan Sari Anyar memang rawan longsor. Selain rumah di blok G, rumah yang ada di blok atasnya juga rawan longsor karena dibangun di atas bukit terjal yang hanya diperkuat dengan senderan pasangan batu kali.

Rumah yang hancur terbawa longsor diduga karena senderannya tidak kuat menahan luapan air hujan yang akhirnya jebol dan mengakibatkan tanah longsor. Selain satu rumah yang hancur di blok G No.42 ada tiga rumah lagi di blok G 41, 43 dan 44 yang rawan dan terancam longsor sehingga dihimbau untuk dikosongkan. Bahkan, di sepanjang pinggiran Sungai Yeh Panahan masih berdiri ratusan rumah milik pengembang yang dihuni. Ini juga rawan longsor karena mereka memilih view yang indah tanpa memperhitungkan kondisi tanah yang labil. (Axele Dhae)

Popular Articles