Tuesday, March 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Penyakit Demam Berdarah Dengue Mulai Serang Warga Belu

Atambua, Theeast.co.id – Penyakit Demam Berdarah Dengue biasa disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan dan tempat yang terdapat banyak penampungan air bersih.

Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyerang warga kabupaten Belu Perbatasan negara RI-RDTL. Tercatat, lima orang anak terpaksa dilarikan ke rumah sakit setempat karena menderita wabah penyakit DBD. “Empat orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Atambua sedangkan satunya di rawat di Rumah Sakit Mariano Halilulik,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Belu Theresia Buik Saik Buik saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (22/01/2019).

Adapun kelima orang anak yang sedang menderita penyakit DBD, diantaranya Clarita Angela Abuk, Hery kurniawan, Faustina Nipu, Emiliana Beker dan Arigayota Kala. Dari kelima pasien DBD tersebut dikatakan oleh Kadis Kesehatan Belu bahwa empat orang diantara sudah sembuh sedangkan satu orang bayi masih dalam perawatan medis secara intensif. “Empat orang yang dirawat di RSUD Atambua itu tiga sudah sembuh tinggal satu orang. Pasien DBD yang berobat di Rumah Sakit Halilulik juga sudah sembuh,” jelas Theresia Saik.

Kadis Kesehatan kabupaten Belu ini juga menjelaskan bahwa setelah teridentifikasi munculnya kasus DBD di wilayah Belu, pihaknya pun sudah melakukan tindakan pencegahan. Salah satu tindakan yang dilakukan saat ini adalah melakukan fogging (pengasapan) di semua wilayah yang terserang DBD. “Kami juga sudah menyampaikan kepada masyarakat melalui petugas kami di lapangan agar berusaha meningkatkan kesehatan dengan makan secara teratur cukup dan sehat serta berusaha menjaga sanitasi lingkungannya,” kata Kadis Saik.

Sementara itu terkait kasus Malaria yang terjadi di wilayah kabupaten Belu, Theresia mengakui bahwa secara statistik angka kasus malaria di wilayah kabupaten Belu menurun drastis sejak tahun 2018 lalu. Disebutkan jumlah warga yang positif kasus malaria ditahun 2017 sebanyak 1232 kasus mengalami penurunan pada tahun 2018 menjadi 261 kasus. “Angka kasus malaria di Belu tahun 2018 dibawa 5 permil. Ini angka yang sangat baik menunjukkan bahwa malaria di Belu semakin baik, ketimbang tahun 2017 yang angkanya 15 permil,” imbuh Kadis Saik. (Ronny)

Popular Articles