Denpasar,Theeast.co.id -Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati ( Cok Ace) meminta anggota Perhimpunan Hotel Restaurant Indonesia (PHRI) Bali untuk mengimplementasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Khususnya empat Pergub yang diantaranya Pergub No 79 tahun 2018 tentang hari penggunaan busana adat Bali, Pergub No 80 Tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Pergub No 97 Tahun 2018 tentang pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai serta Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. “Semua Pergub itu merupaan rohnya pariwiasata Bali, mulai dari budaya, busana, bahasa, pengurangan sampah plastik sampai pada penggunaan pangan lokal Bali atau produk pertanian lainnya,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (2/2).
Sebagai Ketua PHRI Bali, Cok Ace menyampaikan bahwasannya dalam menyusun rencana ataupun program kerja kedepannya, amatlah penting bagi PHRI untuk menyelaraskan program tersebut dengan undang-undang maupun peraturan yang ada termasuk di dalamnya Peraturan Gubernur. Seperti misalnya, Pergub tentang penggunaan aksara Bali untuk nama hotel dan restaurant maupun penggunaan produk pertanian lokal. Dengan demikian keberadaan PHRI tidak hanya akan menggerakkan ekonomi masyarakat namun juga turut menjaga kelestarian budaya, adat serta alam Bali. “Pergub ini memang tidak bisa memberikan sanksi pidana bagi yang melanggarnya, namun sebagai bentuk tanggung jawab moral kita, sudah sepatutnya kita mematuhi peraturan yang ada, mari kita implementasikan Pergub yang ada, sehingga kedepannya alam dan budaya Bali akan terjaga dan pariwisata akan tumbuh semakin baik dan berkualitas,” imbuhnya.
Dibagian lain, Wagub Cok Ace yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A A Gede Yuniartha Putra juga meminta agar PHRI dapat menyikapi serius trend wisatawan yang ada dan menyesuaikan dengan selera pasar. Dimana kedepannya diproyeksi wisatawan milenial yang akan memenuhi pasar, dimana wisatawan ini memiliki karakter gemar mencari pengalaman baru, wisata petualangan, eksplorasi dan perjalanan darat. Pasar milenial ini harus benar-benar digarap serius karena ke depannya adalah turis milenial yang masuk ke Bali.(Axelle Dae)


