Atambua,Theeast.co.id – Kebutuhan air bersih diwilayah desa Silawan, kecamatan Tasifeto timur, kabupaten Belu memang belum sepenuhnya terpenuhi. Warga disekitar perbatasan Indonesia-Timor leste masih harus menimba dan mengankut air dari sumber-sumber air yang dibangun pemerintah daerah tersebut. Hal ini dikarenakan pipa-pipa air yang terhubung dirumah-rumah warga belum berfungsi sepenuhnya. Dengan peralatan sederhana, warga setiap hari mengambil air untuk kebututuhan minum, mandi, dan mencuci. Mereka harus menempuh perjalanan kurang 1-2 km bahkan lebih.
Dalam perjalanan pulang setelah berkunjung dirumah salah satu warga, sersan dua Yasmaun dan prajurit kepala Eko Sulistyo anggota pos Motaain PLB satgas pamtas yonif Raider 408/Suhbrastha melihat Natalia salah seorang warga yang mengambil air disumber air desa Silawan. Banyaknya air yang akan dibawa dengan gerobak terlihat begitu berat, Serda Yasmaun tergerak untuk membantu mendorong gerobak tersebut sampai dirumah warga desa Silawan tersebut. Sembari mendorong gerobak, Natalia bercerita tentang sulitnya mendapatkan air bersih didaerahnya.” Terima kasih abang su bantu saya dorong gerobak sampai dirumah ” ujar Natalia. Kedua orang tuanyapun juga mengucapkan banyak terima kasih kepada anggota pos Motaain PLB tersebut. Setelah berpamitan Serda Yasmaun dan rekannya melanjutkan perjalanan pulang ke pos.
Meskipun mengenakan pakaian dinas, terlihat anggota TNI tersebut tidak malu mendorong gerobak air demi meringankan beban warga yang berada disekitar perbatasan. Hal ini sesuai dengan salah satu misi satgas pamtas yonif Raider 408/Suhbrastha yang disampaikan beberapa waktu lalu oleh komandan Satgas Mayor Inf Joni Eko Prasetyo bahwasanya anggota satgas harus mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dengan membantu kesulitan rakyat disekelilingnya.(Tim/*)


