Denpasar,Theeast.co.id – Pengakuan mengejutkan tentang Presiden Jokowi disampaikan oleh Koordinator Regional Euro-Asia Organization World Heritage City asal Rusia bernama Rasikh Sagitov. Sagitov tiba di Bali dalam rangkan menggelar Konferesi Internasional Organization World Herittage City (OWHC) ke-9 di Bali. Saat bertemu wartawan, Sagitov secara tiba-tiba menyebut nama Jokowi dalam bahasa Rusia. Menurutnya, Jokowi itu dikenal di Rusia dan memberikan inspirasi bagi seluruh kota warisan budaya dunia saat ini. “Kami memberikan apresiasi bagi. Pak Jokowi. Dia dihormati, dikenal masyarakat Rusia, terutama masyarakat Kota Karsan. Karena Jokowi sudah bertemu langsung Walikota Karsan saat itu,” ujarnya.
Sagitiov mengisahkan, bahwa saat itu Jokowi s ebagai Walikota Solo, sekitar tahun 2007. Jokowi berada di Rusia dalam sebuah acara yang sama. Setelah pertemuan selesai, Jokowi mendatangi Sagitov dan meminta kepada Sagitov untuk menggelar pertemuan berikutnya di Solo, Sukarta. “Waktu saya mengatakan bahwa saya tidak memiliki wewenang untuk menentukan tempat konferensi. Saya menyarankan Pak Jokowi untuk bertemu langsung dengan Walikota Karsan yang saat itu sebagai penyelenggara acara. Dan benar, Pak Jokowi bertemu langsung Walikota Karsan untuk meminta agar pertemuannya digelar di Solo. Menariknya, pihak penyelenggara langsung menyetujuinya,” ujarnya.
Tahun tersebut adalah tahun 2007. Pasca pertemuan dengan Walikota Karsan, pertemuan persiapan pun dilanjutkan. Awal Januari 2008 tim berkunjung ke Solo untuk memantau langsung perkembangan di lapangan. Hasilnya sangat mencengangkan, bagaimana Solo sebagai destinasi ota budaya mendapat dukungan penuh pemerintahnya. Setelah persiapan tersebut, maka ditetapkanlah acara Konferensi Internasional Kota Budaya Dunia. “Mengapa Jokowi diapresiasi, karena pertemuan tersebut merupakan pertemuan terbesar dalam sejarah pertemuan internasional sepanjang sejarah. Namanya diperbincangkan di Rusia dan beberapa negara anggota lainnya untuk wilayah Rusia, sebagian Asia dan sebagian Eropa. Pertemuan di Solo itu adalah pertemuan terbesar sepanjang sejarah World Heritage City. “Itulah sebabnya kami sangat kagum akan kepemimpinan Jokowi yang saat itu masih sebagai Walikota Solo. Dia sudah memperhatikan betapa pentingnya melestarikan Kota Solo sebagai kota warisan budaya dunia,” ujarnya.
Sejak Jokowi itulah, OWHC selalu menganggap Indonesia melalui Surakarta di Solo dan Kota Denpasar di Bali menjadi rule model bagaimana melestarikan kota budaya atau kota warisan budaya dunia. Indonesia melalui Denpasar dan Surakarta sangat memberikan efek yang besar terhadap seluruh anggota OWHC dari berbagai dunia lainnya. (Axelle Dae)


