Sunday, November 30, 2025

Top 5 This Week

Related Posts

Koster Beri Sumbangan Pemikiran bagi Tim Prolegnas DPR RI

DENPASAR, Theeast.co.id – Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan sumbangan pemikiran dan masukan bagi Tim Prolegnas DPR RI tahun 2020 di Gedung Rektorat Universitas Udayana, Jimbaran Senin (17/2) pagi.

Pada kesempatan tersebut Koster menyampaikan bahwa Bali ini wilayahnya kecil, penduduknya pun hanya 4,2 juta jiwa.. Melalui visi Nangun sat kerthi loka Bali yang dengan beberapa bidang prioritas, Kioster sedang giat menata ulang pondasi pembangunan Bali melalui langkah yang fundamental dan komprehensif. Bali belakangan sedang mengalami perubahan drastis, penurunan kualitas di berbagai bidang sehingga harus ditata ulang agar taksunya, auranya tetap kuat.

“Ini penting untuk menjaga citra dan kualitas Bali sebagai destinasi dunia, dengan salah satu prioritasnya adalah pembagunan di bidang lingkungan. Kebijakan yang diambil seperti Pergub pembatasan samph plastik, kini sudah terhitung berhasil. Kita sudah bisa Zero plastik, di hotel, supermarket, dan tempat wisata. Llima duta besar datang dan mengapresiasi kebijakan tersebut dan menyatakan ingin meniru Bali,” ujarnya.

Dilanjutkan pula dengan kebijakan Bali energi bersih dan penggunaan kendaraan motor listrik berbasis baterai. Begitu pula dengan pengolahan sampah berbasis sumber. Juga kebijakan budaya, guna memperkuat budaya dan adat tradisi. Bali hanya punya budaya. Tak punya gas, emas, perak. Harus tegak betul budaya di Bali sebagai satu-satunya kekayaan. Pemajuan dan penguatan kebudayaan Bali, dikelola dengan kuat dan baik, agar Bali bisa survive. Jangan kehilngan momentum.

Jumlah wisatawan ke Bali total 6,3 juta orang yang juga setara 100 triliun rupiah devisa. Tapi hingga saat ini kontribusinya belum ada untuk Bali, masih jauh dari harapan. “Untuk isu corona, saya pastikan Bali masih aman dan bahkan wisatawan meningkat dengan menyasar wisatawan Eropa, Amerika. Kecuali Chna yang sekarang sedang ditutup penerbangannya,” ujarnya.

Bali tidak ada goncangan di sektor pariwisata seperti yang diisukan dan terlihat di medsos. Pemerintah pusat dangat mendukung pmulihan pariwisata Bali. “Kami dari Bali titip aspirasi ke Baleg, usulan RUU Provinsi Bali. Saat ini Bali masih dipayungi UU no 64 tahun 1958 dimana masih menggunakan konsederan UUD Sementara 1950. Bali artinya masih negara bagian Sunda Kecil. Sekarang kita kembali ke NKRI. UU yang menaungi Bali saat ini bertentangan dengan spirit konstitusi. Ini yang mendorong kami berupaya, agar Bali diselaraskan dengan UU yang berlaku sekarang. Sesuai konteks dan kebutuhan di Bali. RUU tersebut masuk ke daftar komulatif terbuka, dan kami terus memohon dukungannya,” ujarnya.

Ketua Tim Kunker Baleg H Ibnu Multhazan mengatakan, Gubernur Koster ini ‘paket lngkap’. Pernah di legislatif, sekarang mengemban tugas eksekutif. “Masyarakat tak perlu khawatir mnangani isu corona. Saya yakin Bali akan dapat wisatawan karena hanya wisatawan asal China yang dibatasi,” ujarnya.

Utuk program sosialisasi ini pihaknya membentuk 6 tim sosialisasi Prolegnas. Sasaran kunjungan ke perguruan tinggi untuk mendekatkan Baleg dan programnya dengan akademisi, guna memperkuat draft UU RUU harus tersosialisasi sejak awal. Ada banyak manfaat untuk akademisi mahasiswa, dan masyarakat, terutama untuk proses pertama pembentukan UU. Ada total 248 RUU yang akan dibahas dan Masing-masing punya slot untuk dimasukkan Prolegnas prioritas tahun 2020. Masing-masing Komisi memutuskan mana yang prioritas. Ditambah lagi masukan dan usulan pemerintah dan DPD.

Tim memberikan aresiasi kepada Gubernur dan jajaran saat berkunjung ke Baleg untuk memaparkan RUU Provinsi Bali. “Kami sambut baik langkah tersebut. RUU Provinsi Bali yang telah diajukan ini sudah jadi agenda kita. Masyarakat bisa memberikan masukan. Partisipasi sangat dibutuhkan. RUU Provinsi Bali tidak masuk Prolegnas karena secara umum tidak seperti Papua yang meminta Otsus sejak 2001, sifatnya memperkuat UU yang lama. Namun tetap akan dibahas segera. RUU ini juga perlu lebih banyak sosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya. Hadir dalam acara tersebut, Majelis Agung Desa Adat, OPD terkait, rektor/pimpinan perguruan tinggi, Akademisi, perwakilan BEM fakultas di lingkungan Unud.(axelle dae).

Popular Articles