DENPASAR, Theeast.co.id – Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang melakukan observasi pasien yang terindikasi Korona. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan, sebenarnya jumlahnya mencapai 25 orang yang diobservasi mengarah ke Korona. Namun dari 25 orang tersebut saat ini tinggal 7 orang karena yang lainnya sudah dinyatakan negatif Korona. Ke-7 orang tersebut tersebar di 4 rumah sakit rujukan yakni RS Tabanan 1 orang, RSUP Sanglah 2 orang, RS Badung 1 orang dan RS Sanjiwani Gianyar 3 orang. “Ada 1 pasien asal Jepang yang baru masuk tadi malam di RS Badung. Yang bersangkutan langsung dievakuasi dari Bandara Ngurah Rai ke RS Badung karena secara klinis ada gejala mengarah ke Korona seperti batuk, demam, sesak nafas. Hingga saat ini belum ada hasil lab karena sedang diobservasi,” ujarnya di Denpasar, Selasa (3/3).
Dari 7 orang yang sedang dalam proses observasi di 4 rumah sakit, ada 5 orang berasal dari warga negara asing. WNA tersebut tersebar di RS Sanjiwani Gianyar 3 orang, di RSUP Sanglah 1 orang dan di RS Badung 1 orang. Jumlah terbanyak berasal dari Jepang disusul Rusia dan sisanya adalah orang lokal yang barusan kembali dari ibadat umroh. Saat ini semuanya sedang diobservasi dengan teliti. Sebab jumlah yang puluhan tersebut sudah dinyatakan negatif dan sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
Menurut Kadis, selain merawat pasien, Bali juga kini sedang memantau 13 orang lainnya. Kelompok ini disebut dengan orang dalam pemantauan (ODP). Belasan orang ini terus dipantau karena memiliki riwayat pernah bersentuhan langsung dengan orang yang akhirnya diketahui positif Korona. Jumlahnya ada 13 orang. Mereka adalah para pegawai hotel dan agen wisata. Mereka bersentuhan langsung dengan turis yang pernah datang ke Bali dan kemudian pulang ke negaranya baru diketahui positif Korona. “Mereka memang tidak diisolasi karena sama sekali tidak menunjukan gejala secara klinis bahwa mereka terpapar Korona. Namun pergerakan mereka diikuti selama mereka dirumahkan oleh hotelnya. Saat ini mereka sedang dirumahkan untuk dilakukan pemantauan. Keluarganya juga dipantau. Begitu mereka memiliki gejala awal maka mereka langsung diisolasi untuk diperiksa,” ujarnya.
Saat ini petugas sudah mengantongi pergerakan penumpang asal New Zealand yang melakukan transit di Bali. Data lengkapnya adalah penumpang yang ada di sisi kiri dan kanan, depan belakang penumpang dengan penerbangan Emirates Airline tersebut.(axelle dae).


