Thursday, March 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

159 Pekerja Migran Kembali Merapat di Benoa Bali

DENPASAR, Theeast.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali harus bekerja keras lagi. Hari ini Senin (4/5), di Pelabuhan Benoa Bali sekitar pukul 07.00 Wita. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali I Made Dentin menjelaskan, sekalipun kapal pesiar Quantum of The Seas sudah tiba pada pukul 07.00 Wita namun para penumpang semua tidak boleh turun. Kapal pesiar berukuran besar hanya dibolehkan melego jangkar. Sementara penumpangnya dilarang untuk turun. “Sebelum tim medis tiba, semua penumpang tidak boleh turun. Tim medis baru tiba jam 09.00 Wita,” ujarnya.

Menurutnya, total penumpang yang turun di Pelabuhan Benoa sebanyak 159 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 orang berasal dari berbagai kabupaten di Bali. Sisanya sebanyak 27 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan 12 orang lainnya dari NTB. Semua pekerja migran ini mengikuti protokol Covid-19 oleh tim yang sudah disiapkan. Awalnya, semuanya mengikuti proses Rapid Test di atas kapal. Proses ini memakan waktu yang cukup lama. Seluruh cree dijaga ketat untuk tidak keluar dari kapal hingga proses penurunan para penumpang sesuai protap selesai. “Pengamanan dilakukan secara ketat. Karena itu tim melibatkan seluruh elemen yakni TNI AL, TNI AD dari Kodam IX Udayana, Polda Bali, SatPol PP dan anggota relawan lainya,” ujarnya.

Sementara Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra mengatakan, sesuai arahan pusat, seluruh kedatangan pekerja migran baik melalui Tanjung Priok maupun melalui Pelabuhan Benoa harus diterima dengan baik dan sesuai dengan protokol Covid-19. Pekerja yang turun di Tanjung Priok sudah ditangani oleh Gugus Tugas Nasional. Sementara yang turun di Pelabuhan Benoa ditangani oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali. “Ini amanat dari pusat. Kita harus terima dengan baik. Tentu saja sesuai protokol Covid-19,” ujarnya.

Menurut Dewa Indra, semua pekerja migran menjalani sejumlah test. Diawali dengan Rapid Test dari dalam kapal. Kemudian akan diikuti test spesimen swab melalui metode PCR. Saat ini semuanya sudah diambil Swab. Hasilnya baru diketahui sekitar dua atau tiga hari lagi karena jumlah yang cukup banyak. Sambil menunggu hasilnya, seluruhnya dikarantina di Hotel Ina Kuta yang lokasinya dekat dengan Pantai Kuta. Untuk pekerja migran yang reaktif atau positif akan dipisahkan. Bila kondisinya tidak fit atau sakit maka akan dirawat di rumah sakit. Bila kondisinya dalam keadaan sehat maka akan dirawat di beberapa tempat karantina milik Provinsi Bali. Pekerja yang berasal dari luar Bali bila hasilnya negatif maka akan difasilitasi untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Tentu saja setelah berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk tetap dipantau saat karantina mandiri.(axelle dae).

Popular Articles