Monday, January 19, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Terkait Pilkades Leowalu, Pimpinan DPRD Belu Ikut Kumpul Koin Keadilan

ATAMBUA, Theeast.co.id – Mulai dari masyarakat kecil di Desa Leowalu dan Fulur yang ikut prihatin terhadap upaya banding dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belu kepada warganya Ignasius Bau dalam permasalahan Pilkades hingga mengumpulkan koin keadilan, kini pimpinan DPRD Belu pun ikut ambil bagian membantu memberikan akomodasi.

Pemberian koin keadilan bagi warga Desa Leowalu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL di Kantor DPRD Belu, Senin (08/06/2020).

Pengumpulan koin keadilan itu diwakili oleh Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu saat sejumlah warga Leowalu mendatangi Gedung DPRD Belu untuk meminta sumbangan koin dari para wakil rakyat.

Para warga yang datang langsung diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Belu, Cypri Temu di ruang kerjanya.

Usai melakukan koordinasi dengan dua pimpinan lainnya, Cypri pun lantas menyerahkan bantuan kepada warga Leowalu mewakili dua pimpinan DPRD Belu lainnya.

Selain Pimpinan DPRD Belu, beberapa anggota DPRD Belu pun ikut mengumpulkan koin pada kotak yang dibawa oleh para warga.

Hanya saja terpantau, sebagian anggota DPRD Belu terlihat apatis bahkan tidak menggubris apa yang disedang dilakukan oleh para warga Leowalu di Kantor DPRD Belu.

Cypri Temu saat memberikan koin keadilan kepada para warga menuturkan bahwa pada dasarnya wakil rakyat harus selalu berpihak pada rakyat. Karena itu, apa yang menjadi keluhan rakyat, wajib hukumnya untuk disuarakan karena suara rakyat adalah suara Tuhan.

“Sebagai Wakil Rakyat, susah menjadi kewajiban kami untuk berpihak pada rakyat. Karena itu, apa yang menjadi keluhan rakyat wajib bagi kami untuk menyuarakannya karena suara rakyat adalah suara Tuhan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa aksi kumpul koin keadilan yang dilakukan oleh warga merupakan sebuah pukulan telak dan sangat memalukan bagi pemerintah, apalagi yang mereka lawan itu adalah Bupati Belu.

“Ini sangat memalukan dan menjadi pukulan telah bagi pemerintah Belu, apalagi yang menjadi lawan dari masyarakat itu Bupati Belu,” tegasnya.

Dijelaskan, Bupati seharusnya menerima dan melaksanakan keputusan pengadilan atas gugatan yang dilakukan oleh masyarakat Leowalu, bukan malah melakukan banding atas keputusan tersebut.

“Bupati seharusnya menerima keputusan pengadilan dan melaksanakan keputusan atas kekeliruan yang sudah dia lakukan, bukan malah melakukan banding, sebab itu akan semakin memperburuk citra pemerintah,” ungkap Politisi Partai Nasdem itu.

Lebih parahnya, menurut Cypri, Bupati Belu melakukan banding dengan menggunakan uang rakyat hanya untuk melawan rakyatnya sendiri.

“Lebih parah lagi, Bupati Belu melakukan banding untuk melawan rakyatnya sendiri dengan menggunakan uang rakyat. Saya sangat prihatin dengan tindakan itu,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa juga ikut mengungkapkan kesesalannya atas banding yang dilakukan oleh Bupati Belu atas gugatan yang dilakukan oleh Masyarakat Leowalu.

“Ini sangat memalukan. Bupati lawan kembali rakyatnya dengan gunakan uang rakyat,” kesalnya.

Cypri Temu berjanji akan menekan pemerintah untuk tidak melakukan banding atas gugatan yang dibuat oleh masyarakat. Dirinya juga akan menyarankan kepada pemerintah untuk menjalankan keputusan yang sudah dibuat pengadilan.

Menanggapi penyampaian dari Pimpinan DPRD Belu, salah seorang warga Leowalu, Arnoldus Lay mengucapkan terima kasih kepada para wakil rakyat yang sudah mendukung perjuangan mereka dalam mencari keadilan.

“Saya sangat berterima kasih kepada para wakil rakyat yang sudah mendukung perjuangan kami untuk mencari keadilan. Kami hanya berdoa semoga Tuhan dapat membalas semua kebaikan yang susah mereka berikan kepada kami,” doanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat Leowalu sama sekali tidak ingin melawan pemerintahnya sendiri. Mereka hanya ingin agar pemerintah berlaku adil bagi semua warganya.

“Kami sebenarnya tidak ingin melawan pemerintah. Kami hanya ingin agar pemerintah berlaku adil bagi semua warganya, bukan mendiskriminasikan kami hanya karena ada kepentingan tertentu,” ungkapnya.

Usai mengumpulkan koin keadilan di DPRD Belu, para warga melanjutkan kegiatan pengumpulan koin keadilan di Polres Belu.

Untuk diketahui bahwa ratusan warga masyarakat Kabupaten Belu di Desa Leowalu dan Desa Fulur wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL ini pun melakukan aksi solidaritas kumpul uang logam dan uang receh untuk membantu akomodasi Cakades Ignasius Bau dalam upaya banding yang akan dilakukan oleh Pemda Belu.

Pengumpulan uang logam itu terjadi di rumah salah satu warga yang berada di RT 005 RW 003, Desa Leowalu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu pada Selasa (02/06/2020).

Walaupun hari pasar mingguan, ratusan warga yang berasal dari Desa Loewalu dan Desa Kewar itu tetap meninggalkan aktivitas jual beli dan memilih melakukan aksi dukungan dengan datang dan langsung menyumbangkan uang sebesar 1000, 2000 hingga 5000 rupiah.

Uang tersebut itu dimasukkan ke dalam sebuah dus kosong. Sumbangan itu dimaksudkan untuk membantu akomodasi Ignasius Bau dalam rangka mencari keadilan.

Ignas bersama masyarakat Leowalu dan Fulur sama sekali tidak ada niatan untuk melawan pemerintahnya sendiri. Mereka hanyalah rakyat jelata yang sedang berjuang mencari keadilan. Karena itu, dengan segala kekurangan yang mereka miliki, mereka berusaha saling bantu untuk bisa mendapatkan keadilan.

“Kami, orang tua, kasihan dengan Ignas, makanya kami kasih uang ojek untuk dia. Tidak banyak, seribu dua ribu yang penting kami bantu dia untuk cari keadilan”. Demikian ujar Yosep Tes Iki (70-an), salah seorang warga Leowalu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pius Siri (70-an). Dirinya menjelaskan bahwa pada Pilkades sebelumnya, warga selalu diberikan sosialisasi oleh panitia pemilihan. Akan tetapi, pada pilkades serentak tahun 2019, warga sama sekali tidak mendapatkan sosialisasi. Selain itu, hasil pemilihan Kepala Desa Leowalu tidak disetujui oleh BPD, tetapi bupati malah melantik.

“Karena itu, ketika Ignas pergi cari keadilan, kami sebagai orang tua mau tidak mau harus bantu dia. Biar sedikit yang penting ada sumbangan dari kami,” pintanya.

Melihat aksi warga masyarakat yang mendukungnya untuk mendapatkan keadilan tersebut, Ignasius Bau merasa terharu dan sangat berterimakasih kepada semua elemen yang mendukungnya

“Saya merasa terharu dan sangat berterima kasih kepada para warga yang hari ini sudah datang membantu saya. Walau tak banyak materi yang mereka berikan, tapi sumbangsih semangat dari mereka itulah yang memotifasi saya untuk terus berjuang mencari keadilan,” tutur Ignas. (Ronny).

Popular Articles