Tanggapi Kumpul Koin Keadilan, Bupati Belu : Mereka Mau Kumpul Uang, Kumpul Apa, Silahkan!

44
Tanggapi Kumpul Koin Keadilan, Bupati Belu : Mereka Mau Kumpul Uang, Kumpul Apa, Silahkan!/theeast.co.id
Tanggapi Kumpul Koin Keadilan, Bupati Belu : Mereka Mau Kumpul Uang, Kumpul Apa, Silahkan!/theeast.co.id

ATAMBUA, Theeast.co.id – Masyarakat hingga para wakil rakyat di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL ikut prihatin dan membantu mengumpulkan koin keadilan dalam membantu warga Belu yang dilakukan upaya banding oleh Pemerintah Daerah Belu terhadap keputusan PTUN Kupang terkait polemik Pilkades Leowalu.

Pengumpulan koin keadilan ini untuk membantu akomodasi warga Belu, Ignasius Bau selaku Cakades Leowalu yang sudah berhasil memenangkan gugatan di PTUN Kupang namun dilakukan banding oleh Bupati Belu Willybrodus Lay.

Kumpul koin keadilan ini dilakukan pertama kali oleh masyarakat Belu di Desa Leowalu dan Fulur pada, Selasa (02/06/2020).

Kemudian diikuti oleh pimpinan dan beberapa anggota DPRD Belu selaku wakil rakyat di Belu, Senin (08/06/2020).

Terkait kegiatan kumpul koin keadilan ini, Bupati Belu Willybrodus Lay hanya menanggapi secara singkat dimana dirinya mempersilahkan upaya kumpul koin, uang atau apa saja untuk membantu warga Belu yang dilakukan banding oleh Pemerintah Daerah Belu dalam persoalan Pilkades Leowalu.

“Yah itu mereka punya…… ya mereka mau kumpul koin, kumpul uang, kumpul apa silahkan ya,” demikian ungkapnya saat ditemui awak media ini, Senin (08/06/2020).

Untuk diketahui bahwa upaya kumpul koin keadilan ini bermula saat masyarakat mengetahui bahwa upaya gugatan yang dilakukan oleh Ignasius Bau selaku Cakades Leowalu terhadap Pemerintah Kabupaten Belu di PTUN Kupang dan telah dimenangkan tersebut mendapatkan banding.

Baca juga :  Mantan Kasad, Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo Tutup Usia

Prihatin atas banding yang dilakukan Pemerintah Daerah Belu oleh Bupati Belu Willybrodus Lay terhadap warganya maka sejumlah masyarakat melaksanakan pengumpulan koin.

Upaya banding yang diajukan Pemda Belu ini terlihat dari status perkara Permohonan Banding pada SIPP PTUN Kupang pada Kamis (28/05/2020) dimana sebelumnya pada (20/05) Ignasius Bau selaku penggugat menang atas gugatan terhadap Bupati Belu, Willybrodus Lay dengan nomor perkara 102/G/2019/PTUN.KPG dengan status putusan, gugatan dikabulkan.

Masyarakat Desa Loewalu Yoseph Tes Iki (70-an) yang saat itu melakukan pengumpulan koin mengatakan bahwa walaupun uang yang dikasih tidak se-berapa tetapi setidaknya membantu uang ojek.

“Kami, orang tua, kasihan dengan Ignas, makanya kami kasih uang ojek untuk dia. Tidak banyak, seribu dua ribu yang penting kami bantu dia untuk cari keadilan,” demikian ujar Yosep Tes Iki.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pius Siri (70-an). Dirinya menjelaskan bahwa pada Pilkades sebelumnya, warga selalu diberikan sosialisasi oleh panitia pemilihan. Akan tetapi, pada pilkades serentak tahun 2019, warga sama sekali tidak mendapatkan sosialisasi. Selain itu, hasil pemilihan Kepala Desa Leowalu tidak disetujui oleh BPD, tetapi bupati malah melantik.

Baca juga :  Pastika Minta Sespimti Jadi Pemimpin yang Promoter

“Karena itu, ketika Ignas pergi cari keadilan, kami sebagai orang tua mau tidak mau harus bantu dia. Biar sedikit yang penting ada sumbangan dari kami,” pintanya.

Sementara itu terdapat pimpinan dan anggota DPRD Belu yang ikut menyumbangkan koin keadilan pun mengatakan bahwa pada dasarnya wakil rakyat harus selalu berpihak pada rakyat. Karena itu, apa yang menjadi keluhan rakyat, wajib hukumnya untuk disuarakan karena suara rakyat adalah suara Tuhan.

“Sebagai Wakil Rakyat, susah menjadi kewajiban kami untuk berpihak pada rakyat. Karena itu, apa yang menjadi keluhan rakyat wajib bagi kami untuk menyuarakannya karena suara rakyat adalah suara Tuhan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa aksi kumpul koin keadilan yang dilakukan oleh warga merupakan sebuah pukulan telak dan sangat memalukan bagi pemerintah, apalagi yang mereka lawan itu adalah Bupati Belu.

“Ini sangat memalukan dan menjadi pukulan telah bagi pemerintah Belu, apalagi yang menjadi lawan dari masyarakat itu Bupati Belu,” tegasnya.

Baca juga :  Pasca Ditahan, Tujuh Pejabat Dispar Resmi Diberhentikan Sementara

Dijelaskan, Bupati seharusnya menerima dan melaksanakan keputusan pengadilan atas gugatan yang dilakukan oleh masyarakat Leowalu, bukan malah melakukan banding atas keputusan tersebut.

“Bupati seharusnya menerima keputusan pengadilan dan melaksanakan keputusan atas kekeliruan yang sudah dia lakukan, bukan malah melakukan banding, sebab itu akan semakin memperburuk citra pemerintah,” ungkap Politisi Partai Nasdem itu.

Lebih parahnya, menurut Cypri, Bupati Belu melakukan banding dengan menggunakan uang rakyat hanya untuk melawan rakyatnya sendiri.

“Lebih parah lagi, Bupati Belu melakukan banding untuk melawan rakyatnya sendiri dengan menggunakan uang rakyat. Saya sangat prihatin dengan tindakan itu,” tegasnya.

Menyambung dengan itu, Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa juga ikut mengungkapkan kesesalannya atas banding yang dilakukan oleh Bupati Belu atas gugatan yang dilakukan oleh Masyarakat Leowalu.

“Ini sangat memalukan. Bupati lawan kembali rakyatnya dengan gunakan uang rakyat,” kesalnya.

Cypri Temu berjanji akan menekan pemerintah untuk tidak melakukan banding atas gugatan yang dibuat oleh masyarakat. Dirinya juga akan menyarankan kepada pemerintah untuk menjalankan keputusan yang sudah dibuat pengadilan. (Ronny).

Facebook Comments