Monday, February 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Yayasan Plan Internasional Indonesia Rapat Evaluasi Pelaksanaan STBM dan MKM di Sekolah Se-kabupaten Belu

ATAMBUA, Theeast.co.id – Yayasan Plan Internasional Indonesia bersama mitranya Yayasan Pijar Timur Indonesia dan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melakukan rapat koordinasi bersama Kepala Sekolah, Guru dan Komite Sekolah tingkat Kabupaten Belu untuk evaluasi pelaksanaan Pelatihan Pendidik Sebaya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Manajemen Kesehatan Menstruasi (MKM) di sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Nusantara Dua Atambua ini dihadiri oleh Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Tarsisius Naisali, program koordinator Yayasan Pijar Timur Indonesia, Gregorius Leu Ape, konsultan MKM 15 Sekolah Pilot Kabupaten Belu pada program Project Winner, Diliana Fernandes dan para kepala sekolah, guru serta komite sekolah, Senin (15/06/2020).

Pertemuan koordinasi guru dan komite sekolah tingkat Kabupaten Belu ini di latar belakangi oleh permasalahan yang dialami dan mengevaluasi kembali hasil assessment terkait issue Air, sanitasi dan kebersihan menstruasi yang sudah dilakukan di sekolah tingkat Kabupaten Belu terlebih dalam situasi menghadapi pandemi Covid-19.

Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran sekolah terhadap air, sanitasi dan kebersihan menstruasi dalam situasi pandemic Covid-19 pada Peer Edukator Sekolah.

Konsultan MKM 15 Sekolah Pilot Kabupaten Belu pada program Project Winner, Diliana Fernandes mengungkapkan bahwa dari hasil assessment yang dilakukan di 15 sekolah yang ada di Kabupaten Belu masih terdapat banyak anak yang kurang masih memiliki pengetahuan tentang Covid-19.

Para anak-anak sekolah pun masih belum memiliki pengetahuan cukup tentang kebersihan menstruasi dan juga masih terdapat anak yang belum memiliki jamban sehingga harus BAB numpang pada tetangga.

Ketersediaan air bersih pun menjadi suatu kendala yang dialami oleh anak-anak tersebut. Begitu pun dengan masih minimnya kesadaran orang tua untuk melakukan saran cuci tangan pakai sabun di rumah dalam pandemi Covid-19 ini.

“Dengan kondisi hasil pencapaian seperti ini maka yang kita harapkan dari MKM dan STBM harus ditingkatkan lagi dengan merubah perilaku anak untuk tetap hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Sementara itu, Gregorius Leu Ape selaku program koordinator Kabupaten Belu Yayasan Pijar Timur Indonesia kepada awak media ini mengatakan untuk mewujudkan Indonesia yang sehat perlu ada generasi-generasi anak bangsa yang cermat baik dalam pengetahuan dan maupun perilaku terlebih dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini perlu diberikan sosialisasi rutin.

Karenanya, Gregorius mengharapkan dengan pertemuan kordinasi guru dan komite sekolah tingkat Kabupaten Belu guna mengevaluasi pelaksanaan STBM dan MKM di sekolah ini menggugah peran sekolah dan rencana tindak lanjut bersama dalam bentuk perencanaan sekolah terhadap hasil assessment issue air, sanitasi Dan kebersihan menstruasi dalam situasi pandemi covid-19 pada Peer Edukator
Sekolah di Kabupaten Belu.

Disamping itu, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Tarsisius Naisali dalam sambutannya menerangkan bahwa terkait pembangunan sanitasi di sekolah, Pemerintah sudah melakukan intervensi untuk hal tersebut dengan menggunakan beberapa sumber anggaran baik itu DAK, BOS maupun APBD.

“Kebijakan pemerintah dalam hal pembangunan sanitasi ini sudah sangat banyak. Setiap tahun kita terus intervensi untuk pembangunan sanitasi di sekolah,” tandasnya.

Hanya saja diakui masih ada sekolah yang belum memiliki toilet dan ada pula yang kekurangan air bersih.

Terkait MKM pun merupakan tugas pokok yang harus dijalankan bersama dalam mendukung kesehatan anak didik di sekolah.

Karena itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Belu ini berharap agar ada kerjasama yang baik dalam Lembaga pendidikan dengan membangun komitmen bersama dan membuka ruang yang besar kepada mitra Pemerintah dalam hal ini Plan Internasional.

“Kita harus membuka diri. Pemerintah dalam mendukung pembangunan kesehatan di sekolah harus saling mengisi, membuka dan saling membantu. Kalau anak-anak sudah sehat pastinya mutu pendidikan akan lebih baik,” ujar Tarsisius Naisali. (Ronny).

Popular Articles