ATAMBUA, The East Indonesia – Dari wilayah pinggiran Perbatasan Negara RI-RDTL, komunitas Laskar Belu mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang dilakukan di depan Gereja Katedral Makassar, pada hari Minggu Palma kemarin (28/03/2021).
Aksi Bom Bunuh diri yang menewaskan 2 orang dan melukai banyak orang pada bangsa ini, dinilai sangat menganggu dan merusak warna Perayaan Misa Minggu Palma umat Katolik yang sedang memasuki Pekan Suci Paskah Umat Kristiani di Kota Makasar khususnya dan seluruh umat Dunia pada umumnya.
“Atas tindakan ini atas nama komunitas Laskar Belu, kami mengutuk dan mengecam secara keras tindakan secara sengaja dan tidak manusiawi oleh oknum – oknum yang tak bertanggungjawab tersebut,” ungkap Ketua komunitas Laskar Belu, Ferdinandus Naiaki saat ditemui awak media ini, Senin (29/03/2021).
Dari wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, komunitas Laskar Belu juga menyampaikan keprihatinan dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada para korban aksi bom bunuh diri di Gereja Katolik Katedral Makasar tersebut.
“Kiranya Tuhan melindungi dan memberikan kekuatan bagi orang-orang yang menjadi korban dalam kejadian bom bunuh diri tersebut,” tandas Mantan Ketua PMKRI Atambua Santo Yohanes Paulus II Periode 2018 – 2019.
Pihak Laskar Belu juga meminta kepada institusi Negara yaitu Pemerintah, TNI dan POLRI untuk secara profesional segera menindaklanjuti dengan tuntas dan tegas pelaku teror dan antek – anteknya tersebut.
Komunitas ini juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang berada di Kabupaten Belu khususnya Kota Atambua dan Nusa Tenggara Timur secara umum untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi terkait aksi teror itu.
Terorisme adalah musuh yang sangat berbahaya dan harus dilawan dengan cara yang sistematis dan berkesinambungan oleh seluruh element masyarakat yang mana diperlukan integrasi dan kerja sama diantara lembaga – lembaga negara dan non negara serta membuat langkah-langkah konkret menghadapi gerakan radikalisme dan terorisme.
“kepada seluruh elemen masyarakat, kita juga perlu selalu waspada terhadap gerakan-gerakan radikalisme maupun teror lingkungan sekitar. Kita tetap berprinsip serta Konsisten dalam menjaga Keutuhan bangsa ini dari segala bentuk ancaman terkhususnya dimulai dari Wilayah Perbatasan RI-RDTL dengan segala cara dan kemapuan yang kita punya,” pinta Feros Naiaki.
Untuk diketahui, Komunitas Pemuda Laskar Belu merupakan Organisasi Perjuangan dan Pengkaderan yang hadir di daerah Kabupaten Belu dengan misi menjaga Kedaulatan Bangsa dan Kemartabatan Pancasila.
Dari Wilayah perbatasan terkhususnya Perbatasan RI-RDTL dengan prinsip-prinsip mendorong dan mengedukasi Kaum Muda untuk lebih peka dan memperjuangkan serta menjiwai nilai-nilai Pancasila dan Semangat Kebhinekaan.
Wadah berhimpun Kaum Muda ini lahir pada bulan Oktober Tahun 2019 dan beranggotakan 150 orang dengan Ketuanya Ferdinandus Naiaki dan Sekretaris Guido Naibuti.
Banyak Program2 Pemberdayaan Kaum Muda yang sudah dilakukan di Belu, seperti giat-giat Bakti Sosial secara Ekstrenal dan Pembinanaan Kader secara Internal. (Ronny)


