SADI – TIMOR, The East Indonesia – Perayaan Malam Paskah di Sadi, Timor, perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste berlangsung meriah meski dengan protokol kesehatan yang ketat. Perayaan Malam Paskah ini dipimpin oleh Rm. Frans dari Sales Mea Teku, Pr yang juga Pastor Paroki Tritunggal Mahakudus Sadi, Keuskupan Atambua, Timor, NTT.
Pada Sabtu Aleluia itulah Umat Katolik merayakan peristiwa kebangkitan Yesus. Yesus bangkit dari antara orang mati.
“Namun peristiwa kebangkitanNya dari antara orang mati itu sampai sekarang masih menjadi misteri. Sebab tak satupun Injil mengisahkan bagaimana proses terjadinya hingga Yesus bangkit dari kematian,” ungkap Rm. Frans dari Sales Mea Teku, Pr dalam kotbahnya pada Hari Raya Sabtu Aleluia (03/04/2021).

Rm. Frans menjelaskan, yang dilihat saat itu adalah fakta bahwa batu penutup kubur telah terguling. Pintu kubur terbuka. Dan tidak lagi jenasah Yesus di dalamnya. Kenyataan inilah yang diyakini umat katolik hingga kini bahwa Yesus telah bangkit dari kubur.
Injil Markus menceriterakan, pagi-pagi buta Maria Magdalena dan Maria Ibu Yakobus bergegas menuju kubur Yesus. Mereka melihat batu penutup kubur terguling. Ketika masuk ke dalam, tampak seorang berjubah putih. Mereka terkejut, namun orang itu mengatakan, “Jangan takut. Kamu mencari Yesus
Menyaksikan kubur kosong, dan mendengar perkataan orang di dalam kubur itu bahwa Yesus telah bangkit, menuntut iman yang teguh. Tidak bisa dimengerti dengan akal budi, selain diyakini sungguh penuh iman akan kebangkitan Yesus.
Mengakhiri kotbahnya, Rm. Frans yang wilayah pelayanannya berbatasan langsung dengan negara Timor Leste ini, mengajak Umat Katolik di wilayahnya, agar belajar dari keyakinan perempuan-perempuan yang menjadi saksi pertama kebangkitan Tuhan Yesus.
Kubur kosong mengingatkan kembali semua ajaran dan mujizat semasa hidupNya. “Semoga kita semakin percaya sungguh bahwa Yesus telah bangkit,” tegasnya singkat.
Penulis – Eustachius Mali


