Thursday, April 9, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dewan Buleleng Lepas Tukik di Pesisir Pantai Desa Ume Anyar

SINGARAJA, The East Indonesia – Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH bersama sejumlah anggota melakukan aksi pelepasan tukik di pesisir pantai Desa Ume Anyar, Kecamatan Seririt, Minggu (23/5). Aksi ini merupakan bentuk perhatian para wakil rakyat terhadap konservasi penyu di wilayah Kabupaten Buleleng khususnya pesisir pantai Desa Ume Anyar, karena saat ini keberadaannya semakin langka.

Ditemui usai kegiatan Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara spontanitas saat pimpinan dan anggota DPRD melakukan silahturahmi bersama anggota Gatriwara ke rumah salah satu anggota DPRD asal Desa Ume Anyar (Kadek Sumardika) yang kebetulan di wilayahnya terdapat penangkaran satwa langka tersebut. Sehingga pihaknya berinisiatif untuk melihat dan sekaligus memberikan sekedar donasi kepada pengelola. Pihaknya juga melepaskan tukik yang disediakan oleh pengelola untuk menjaga ekosistem biota laut, khususnya penyu. Disamping itu juga, pelepasan tukik ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita berupaya untuk menjaga ekosistem biota laut yang ada di Buleleng dan khususnya di Pesisir Desa Ume Anyar. Menjaga ekosistem laut salah satunya dengan melepas tukik agar nantinya biota laut khususnya penyu bisa kembali lestari dan terhindar dari kepunahan, ” ungkap Supriatna.

Sementara, ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Desa Ume Anyar, I Gusti Bagus Cakra Wijaya mengungkapkan rasa terimakasih atas perhatian dari anggota DPRD dan berharap pihak terkait memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian ini. Lebih jauh dikatakan kelompok konservasi penyu dan terumbu karang yang dibentuk pada tahun 2013 ini, biaya operasional dan pengawasan dilakukan secara swadaya dan dari beberapa donator yang peduli terhadap kegiatan ini.

” Kita menyampaikan rasa terimakasih kepada DPRD Buleleng karena peduli dengan biota laut terutama penyu yang sudah semakin punah. Konservasi penyu ini biaya operasional dan pengawasan dilakukan secara swadaya dan juga beberapa donatur yang peduli dengan konservasi,” Pungkas Cakra Wijaya.(Wismaya)

Popular Articles