Sunday, April 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Tarif Ruko Mahal, Puluhan Pedagang Pasar Banyuasri Datangi Dewan

SINGARAJA, The East Indonesia – Puluhan pedagang di Ruko Pasar Banyuasri Buleleng Rabu (2/6) siang mendatangi Kantor DPRD Buleleng. Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi terkait mahalnya tarif ruko di pasar tersebut yang dinilai memberatkan dalam situasi pandemi covid-19 saat ini.

Puluhan pedagang yang berdagang di ruko Pasar Banyuasri ini datang ke Gedung Dewan Buleleng sekitar pukul 10.00 Wita. Kedatangan puluhan pedagang ini diterima langsung Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna di Ruang Rapat Gabungan. Para pedagang ini menyampaikan aspirasinya kepada Ketua Dewan terkait mahalnya tarif ruko yang ditetapkan oleh pihak pengelola pasar.

Koordinator aksi, Sugeng Darmawan yang juga berdagang di salah satu ruko di Pasar Banyuasri mengaku setelah Pasar Banyuasri dibuka, ternyata pihak pengelola pasar menaikkan harga sewa yang ditetapkan. Setiap hari para pedagang diruko dikenakan biaya tarif sebesar Rp.20.000 sedangkan setiap bulannya juga dikenakan tarif sebesar Rp.400.000. sehingga setiap bulannya para pedagang di ruko harus membayar sebesar satu juta rupiah. “ Kami sebagai pedagang sangat keberatan dengan mahalnya tarif sewa ruko saat ini. Masak setiap Bulan kami harus membayar sebesar satu juta, sedangkan kondisi pasar saat ini sepi pembeli,” keluhnya.

Dengan mahalnya sewa tarif yang dibebankan oleh pengelola pasar mengakibatkan banyak pedagang menjual ruko mereka karena situasi yang belum pasti menguntungkan di Pasar Banyuasri. Termasuk dengan sistem sewa yang mahal menyebabkan pedagang tambah kesulitan dalam situasi pandemi saat ini.

“ Kami datang ke gedung dewan untuk meminta kepada Ketua DPRD Buleleng agar memfasilitasi keluhan para pedagang. Pedagang hanya meminta kepada pengelola pasar dan juga Bupati bisa mempertimbangkan penurunan tarif sewa saat ini. Kami juga khawatir dengan ancaman dari pihak pengelola pasar yang jika tidak membayar dalam satu bulan maka hak mereka untuk berdagang di Pasar Banyuasri akan dicabut,” imbuhnya.

Sementara itu terkait dengan keluhan dari para pedagang ini, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna mengaku pihaknya tidak ingin menyalahkan siapapun. Pasar Banyuasri yang telah dibangun dengan megah dan dengan biaya yang sangat besar ini diharapkan menjadi ikon Buleleng dan juga penggerak ekonomi masyarakat. Dengan adanya masalah ini mari kita duduk bersama untuk menyelesaikan dengan solusi terbaik.

“ Kita akan memanggil PD Pasar dan juga pihak Ekesekutif dalam menyelesaikan persoalan ini dalam waktu sesegera mungkin. Jangan sampai polemik ini terus terjadi di Pasar Banyuasri yang digerakkan sebagai sobeannya Buleleng. Semoga nantinya ada solusi terbaik untuk para pedagang dan juga pengelola pasar,” tutup Supriatna.(Wismaya).

Popular Articles