Saturday, May 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jumlah Penduduk yang Divaksin di Bali Tembus 1,5 Juta Orang

DENPASAR, The East Indonesia – Jumlah penduduk di Bali yang sudah divaksin hingga saat ini sudah mencapai 1,5 juta orang. Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, saat ini vaksinasi di Bali digelar secara masif. Saat ini vaksinasi sudah dilakukan di tingkat desa dan kelurahan dan bahkan sampai pada tingkat Banjar atau RT/RW setempat.

Masyarakat yang mau divaksin tidak perlu lagi mendatangi Puskermas atau rumah sakit, tetapi pemerintah akan menjemput bola dengan mendatangi kelompok masyarakat di tingkat paling bawah. “Tim dan tenaga vaksinator sampai saat ini mendatangi kelompok masyarakat mulai dari berbasis desa dan kelurahan, berbasis kelompok agama, organisasi profesi lainnya. Itulah sebabnya cakupan vaksinasi semakin banyak dan jumlah penduduk yang divaksin semakin tinggi,” ujarnya.

Hingga saat ini, jumlah penduduk yang sudah divaksinasi mencapai 1.325.407 orang (44,18%) untuk suntikan ke-1, dan suntikan ke-2 sebanyak 636.639 orang (21,22%). Angka ini diketahui sampai dengan laporan terakhir beberapa hari lalu hingga tanggal 2 Juni 2021. Sampai dengan saat ini diperkirakan sudah mencapai 1,5 juta orang yang sudah divaksin baik tahap pertama maupun tahap kedua.

“Jumlah vaksin yang sudah diberikan oleh Menteri Kesehatan RI untuk Provinsi Bali sudah mencapai 2.742.680 dosis (per tanggal 30 Mei 2021). Vaksin langsung didistribusikan ke Kabupaten/Kota se-Bali, berturut-turut menurut besaran alokasi yang sudah ditentukan berdasarkan kuota dan permohonan dengan berbagai pertimbangan lainnya,” ujarnya.

Untuk di Kabupaten Badung berjumlah 621.000 dosis, Kota Denpasar 612.376 dosis, Kabupaten Gianyar 316.500 dosis, Kabupaten Buleleng 261.440 dosis, Kabupaten Karangasem 207.500 dosis, Kabupaten Tabanan 189.100 dosis, Kabupaten Jembrana 138.120 dosis, Kabupaten Klungkung 127.700 dosis, Kabupaten Bangli 105.080 dosis, dan Provinsi Bali 163.864 dosis.

Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar diberikan prioritas vaksin jumlah terbesar karena merupakan pusat aktivitas masyarakat yang tinggi dan merupakan destinasi wisata. Untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity), jumlah penduduk yang akan divaksinasi adalah sebanyak 3 juta orang atau 70% dari jumlah penduduk Bali, sebanyak 4,3 juta orang, sehingga diperlukan 6 juta dosis vaksin. Jumlah vaksin yang sudah diterima baru mencapai 2,7 juta dosis vaksin, sehingga masih terdapat kekurangan
sebanyak 300 ribu dosis vaksin.

Koster berjanji akan terus berupaya keras dengan komunikasi dan lobby Menteri Kesehatan RI supaya target tersebut bisa dicapai paling lambat bulan Juli 2021. Dengan membaiknya perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali yang terus menurun, sehingga tidak ada lagi zona merah di semua Kabupaten/Kota se-Bali dan saat ini sudah zona orange.

Kondisi ini telah meningkatkan kepercayaan masyarakat luar untuk berkunjung ke Bali dengan nyaman dan aman. Hal ini terlihat dari data pada bulan Mei 2021 terjadi kecenderungan peningkatan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) menuju Bali dengan jumlah rata-rata per hari dalam seminggu terakhir bulan Mei 2021, melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah mencapai sebanyak 8.228 orang dan melalui Pelabuhan Gilimanuk sudah mencapai sebanyak 10.000 orang.

Meskipun demikian patut dicatat dan dipahami bersama bahwa pandemi Covid-19 di dunia dan di Indonesia masih sangat dinamis. Di beberapa negara yang sebelumnya sudah berhasil ditangani dengan baik, pada perkembangan berikutnya muncul varian
baru sehingga mengalami peningkatan kasus baru secara drastis seperti di India, Singapore, Malaysia, Philipina, dan beberapa negara di Eropa.

Bahkan Singapore dan Malaysia sampai melakukan kebijakan sangat ketat yaitu melakukan penutupan total terhadap sejumlah aktivitas masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan
(Lockdown). Di Indonesia juga terjadi peningkatan kasus di beberapa daerah yang sebelumnya kasusnya rendah, sekarang meningkat secara drastis, seperti di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan NTB. Peningkatan ini terjadi karena munculnya jenis baru Covid-19 yang sudah masuk pada gelombang ke-3.(Axelle Dhae).

Popular Articles