ATAMBUA, The East Indonesia – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu bekerjasama dengan AirNav Indonesia melalui program bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam membantu warga di Kampung Fohomea.
Bantuan tersebut diberikan lantaran Kampung Fohomea ini merupakan satu tempat terpencil yang ada di wilayah Perkotaan Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.
Kampung Fohomea terletak di Dusun Nekafehan, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.
Kampung ini sangat memprihatinkan karena sudah sekian lama tidak memiliki akses jalan yang baik, tidak adanya akses air bersih dan tidak tersentuh pelayanan listrik serta rumah yang sudah tidak layak huni.
Kepala Dinas PUPR Belu, Vincent K. Laka saat dikonfirmasi awak media ini menjelaskan bahwa kerjasama antara AirNav Indonesia dan PUPR kabupaten Belu ini terwujud pada 26 April 2021 lalu.
“Kami mengajukan proposal kepada AirNav Indonesia untuk penanganan lingkungan kumuh di Kelurahan manumutin Dusun Nekafehan khususnya di tempat yang namanya Fohomea. Fohomea ini merupakan satu lingkungan kumuh yang berada di Kota Atambua yang sangat susah untuk dijangkau baik lewat jalur jalan maupun sarana-sarana lainnya. Kemarin, tanggal 26 April kami mendapatkan jawabannya,” kata pria yang akrab disapa Eng Laka ini.
Ditambahkannya, berdasarkan proposal yang kita minta, Airnav Indonesia memberikan uang sebesar Rp. 46.225.000 yang akan kita gunakan untuk penanganan tempat tersebut.
Diterangkan bahwa berdasarkan hasil pertemuan Pihak PUPR dengan warga Fohomea, yang pertama mereka meminta untuk memasok air bersih dikarenakan tidak adanya akses air bersih disana.
“Masyarakat meminta untuk masukan air bersih kesana karena memang akses air bersih tidak ada sama sekali. Yang dilayani hanya mobil tangki swasta dimana satu tangki berkisar 120 sampai 180 ribu rupiah. Hal ini tidak terlepas dari akses jalan kesana yang sangat rusak,” pungkas Eng Laka.
Lanjutnya, sebagai respon cepat pelayanan air bersih, kami telah mengirimkan mobil tangki dari dinas PUPR Belu dengan harga Rp50.000 per tangki. Pelayanan ini akan kita berikan sampai musim penghujan datang.”
Kadis PUPR Belu ini juga menyampaikan bahwa masyarakat disana pun mengeluhkan akan kesulitan mereka untuk menyimpan air bersih dalam jumlah banyak.
“Sesuai dengan bantuan yang ada dari AirNav, kami telah membeli 17 unit tandon air / fiber dengan kapasitas 1100 liter dan sudah kita distribusikan ke sana untuk 17 KK. Namun kami masih kekurangan lagi 15 fiber untuk 15 KK,” katanya.
Karena itu, pihaknya masih sedang membuat proposal kepada para donatur yang mungkin berniat membantu sesama untuk pelayanan air bersih di kampung Fohomea.
Terkait dengan perumahan yang sudah tidak layak huni dimana perumahan tersebut merupakan bantuan dari kodim 1605/Belu yang diberikan pada tahun 2007 lalu, Eng Laka mengakui bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan memasukkan 50-an KK disana untuk rumahnya diperbaiki melalui anggaran DAK Tahun Anggaran 2022.
“Saya sudah meminta kepada bidang perumahan di dinas PUPR untuk mendata dan memasukkan teman-teman di Fohomea sehingga bisa menerima DAK di Tahun 2022 . Puji Tuhan mereka sudah lolos. Ya mudah-mudahan tahun depan kami bisa melakukan intervensi pembangunan atau rehabilitasi kembali rumah-rumah mereka,” urainya.
Sementara itu untuk pelayanan listrik di Kampung Fohomea, Kepala Dinas PUPR Belu ini telah meminta kepada pihak Dinas ESDM Provinsi NTT untuk membantu listrik tenaga surya.
“Puji Tuhan setelah saya melakukan kontak, teman-teman di Provinsi, pihak mereka telah memasukkan untuk warga di Fohomea sebagai calon penerima di tahun ini,” ujarnya.
Dirinya pun mengaku telah meminta kepada PLN NTT untuk dapat melanjutkan pemasangan listrik dari daerah Raimaten menuju Kampung Fohomea.
“Kita juga sudah meminta untuk pihak PLN untuk menyambung dari Raimaten kesana. Sekitar 2 kilo. Puji Tuhan ada respon positif. Menurut informasi juga, teman-teman PLN sudah melakukan survei lapangan,” tandas Eng Laka.
Kadis PUPR juga berjanji dan berencana pada tahun ini akan melakukan hari Bakti PUPR menjelang hari Ulang Tahun PUPR di Kampung Fohomea untuk memperbaiki akses jalan dan akses air bersih.
“Kita mohon dukungan doa. Semoga harapan-harapan ini bisa melayani warga Fohomea untuk mendapat hidup yang lebih baik dan keluar dari keterpurukan sehingga saudara-saudari disana juga dapat menikmati dan merdeka terhadap listrik, air, rumah dan akses jalan menuju sana,” tutupnya.
Untuk diketahui, AirNav Indonesia merupakan perusahaan yang seluruh modalnya dimiliki negara berupa kekayaan negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham sesuai dengan Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Penulis – Ronny|Editor – Christ


