Wednesday, March 18, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Wabup Belu Lakukan Panen Padi Hasil Demfarm Varietas Unggul Baru di Leuntolu

ATAMBUA, The East Indonesia – Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM melakukan panen perdana padi yang merupakan Demonstrasi Usaha Tani (Demfarm) pengembangan varietas unggul baru (VUB) padi khusus dan varietas unggul baru padi spesifik di Timor areal persawahan Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Kamis sore (25/11/2021).

Jenis padi yang dipanen adalah varietas unggul baru (VUB) khusus jenis Inpari IR Nutrizinc yang memiliki kandungan gizi yaitu Zinc yang baik untuk kesehatan tubuh termasuk untuk pencegahan stunting.

Pantauan media, Wakil Bupati Belu melakukan panen padi didampingi PLT Kadis Pertanian Belu, PLT Kaban Kesbangpol Belu, Camat Raimanuk dan Kabag Protokol Belu serta tokoh dan masyarakat setempat.

Usai melakukan panen perdana dilanjutkan dengan temu lapang bersama para petani Desa Leuntolu.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, menyampaikannya kepada para
petani bahwa sebagai pelaku pertanian dituntut untuk rajin dan termotivasi untuk bekerja keras mengingat Pemerintah dari berbagai Institusi dan lembaga serta LSM telah membantu para petani mulai dari benih, olah lahan, pupuk, obat-obatan dan lainnya.

“Untuk meningkatkan produktivitas dan ekonomi para petani, setiap lahan yang kosong segera dilaporkan untuk diolah,” tandasnya.

FOTO : Kegiatan panen perdana padi yang merupakan Demonstrasi Usaha Tani (Demfarm) pengembangan varietas unggul baru (VUB) padi khusus dan varietas unggul baru padi spesifik di Timor areal persawahan Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Kamis sore (25/11/2021).(tim)

Ditambahkan,”Jangan membiarkan lahan-lahan terbengkalai atau kosong karena tidak diolah. Jika belum diolah segera dilaporkan Kepada Desa dan Camat untuk segera diolah.”

Wakil Bupati Belu pun meminta agar dalam bertani pun harus memperhatikan secara serius pola tanam dan selalu mendengar PPL karena kunci keberhasilan pertanian ada dipundak PPL.

“Yang diarahkan oleh PPL dan pendamping itu diikuti dan ditaati. Terkait kendala-kendala yang dihadapi di lapangan segera dilaporkan kepada Desa, Camat dan lainnya,” ujarnya.

Alo Haleserens juga berpesan supaya usai panen musim tanam pertama, lahan-lahan segera diolah dan dimanfaatkan kembali untuk hortikultura dengan jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Jika disini sudah ada yang menanam tomat jangan semua ramai-ramai menanam tomat nanti di pasar harganya anjlok dan tomat pun menjadi rusak dan busuk,” tukasnya.

Usai kegiatan dilakukan penyerahan secara
simbolis benih padi varietas unggul baru oleh Pejabat yang mewakili Kepala BPTP NTT kepada Kepala Desa Tohe dan Leuntolu.

Untuk diketahui, Demonstrasi Usaha Tan (Demfarm) pengembangan varietas unggul baru (VUB) padi khusus dan varietas unggul baru padi spesifik di Timor merupakan program dari Kementerian Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT. Program ini dilaksanakan di 2 Kabupaten yaitu Belu pada Kecamatan
Raimanuk dan Raihat dengan total luas lahan 13 Ha serta Kabupaten TTS pada Kecamatan Batu Putih dengan luas lahan 12 Ha.

Adapun benih varietas unggul baru (VUB) padi khusus yaitu Inpari IR Zinc dan Inpari 24 serta benih VUB padi spesifik yaitu Inpari 42, Inpari 43, dan Situbagendit. (Ronny)

Popular Articles