Saturday, June 20, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gandeng Pemkab Belu, Masyarakat Fatubenao Gotong Royong Bangun Bronjong Yang Rusak Diterjang Banjir

ATAMBUA, The East Indonesia – Sepekan terakhir Kabupaten Belu dan beberapa wilayah di NTT diguyur hujan lebat disertai terjangan banjir hingga ke sungai-sungai kecil.

Akibatnya, terjadi longsoran dimana-mana, rumah-rumah terendam banjir dan banyak infrastruktur jalan, irigasi maupun penahan air yang rusak.

Salah satu infrastruktur berupa tembok penahan di lingkungan St. Yohanes, RT 19, RW 01, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu mengalami kerusakan.

Setidaknya ada tiga (3) titik kerusakan yang mana tembok penahan air di dekat jembatan kecil tersebut roboh dalam bentuk patahan.

Titik kerusakan tembok penahan yang jika dijumlahkan sekitar 20 meter itu juga berdekatan langsung dengan perumahan warga setempat.

Peduli akan bencana tersebut, puluhan masyarakat Kelurahan Fatubenao bergotongroyong memperbaiki tembok penahan air yang sudah roboh.

Tidak sendirian, masyarakat pun dibantu oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Perbaikan darurat yang dilakukan adalah dengan membangun bronjong pada 3 titik robohnya tembok penahan air.

Johanes Ance Mau salah satu masyarakat Fatubenao yang turut membantu memperbaiki tembok penahan air tersebut saat diwawancarai awak media The East Indonesia di lokasi pekerjaan, Rabu (02/03/2022) menjelaskan bahwa kegiatan ini terjadi karena komunikasi yang baik antara masyarakat setempat dan pemerintahnya.

Dikatakan bahwa ada dua titik tembok penahan yang sudah roboh sejak tahun yang lalu dan oleh pemilik rumah yang berada langsung disamping tembok penahan tersebut dengan uangnya sendiri telah memperbaikinya.

“Tetapi tahun ini tembok penahan ini rusak lagi. Maka pemilik rumah itu bersama RT dan kami beberapa orang, duduk dan mengkomunikasikan dengan pihak Pemerintah. Ternyata permintaan kami direspon positif. Jawaban pihak pemerintah Belu melalui Dinas PUPR bisa memberikan bantuan kawat bronjong, batu serta eksa. Lalu kami sebagai masyarakat membantu tenaganya saja,” pungkas pria yang akrab disapa Ance.

Karena itu sebagai masyarakat, mereka sangat berterimakasih kepada pihak Pemerintah Kabupaten Belu yang merespon dengan baik.

“Ini adalah kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, kami sangat berterimakasih atas partisipasi dan bantuan yang ada, baik itu dari masyarakat sendiri maupun pihak Pemerintah Kabupaten Belu,” tutur Ance.

Lanjutnya,”Melalui kegiatan ini kami masyarakat juga belajar dan mengetahui bahwa apabila ada bencana yang bisa kita tangani segera, kita pun bisa langsung berkoordinasi untuk bergotongroyong bersama menanganinya sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.”

Sementara itu Lurah Fatubenao, Stefanus Pires sangat berterima kasih kepada masyarakat di Kelurahan Fatubenao khususnya RT 19, RW 01 dan sekitarnya yang sudah peduli dan berpartisipasi secara langsung menangani kerusakan yang ada.

“Pertama saya sangat berterimakasih atas partisipasi dan respon yang sangat baik dari masyarakat untuk menangani hal ini. Ini kepedulian yang sangat luar biasa dan sangat membantu saudara-saudara kita yang rumahnya langsung berada disamping tembok penahan air ini,” ujarnya.

Stefanus Pires pun mengakui bahwa kejadian ini pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat setempat dan juga melakukan komunikasi dengan dinas terkait.

“Kejadian ini saya dapatkan informasinya dari masyarakat. Dan juga ada beberapa kejadian lainnya yang terjadi di kelurahan Fatubenao pasca hujan yang terus mengguyur selama hari-hari belakangan. Kita sudah berkomunikasi dengan dinas-dinas terkait untuk menanganinya,” pinta Lurah Fatubenao.

Ditambahkan, saat ini akses komunikasi ditengah masyarakat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu juga sangat terbuka sehingga contohnya kejadian ini, dengan masyarakat pun, Pemerintah Kabupaten bisa segera merespon permintaan masyarakatnya. Untuk itu kita patut berterima kasih.”

Atas kegiatan ini, Lurah Fatubenao berharap agar jiwa solidaritas bisa selalu dibangun ditengah masyarakat sehingga dapat saling membantu sesama yang membutuhkannya.

Di lokasi tersebut, Flafianus Fahik, S. IP, selaku Kepala Seksi peralatan, perbengkelan dan jasa konstruksi pada Dinas PUPR menerangkan bahwa bantuan-bantuan seperti ini disiapkan setiap tahunnya oleh Pemerintah Kabupaten Belu khususnya Dinas PUPR.

“Bantuan-bantuan seperti ini selalu kita lalukan. Ini sebagai sikap tanggap dan kepedulian kita Pemerintah kepada masyarakat yang terkena bencana,” tuturnya.

Apabila ada permintaan bantuan tanggap darurat dari masyarakat maupun pihak pemerintah kelurahan/Desa yang berkaitan dengan Dinas PUPR maka menurut pria yang akrab disapa Flafi Fahik ini menjelaskan pihak Dinas PUPR akan siap melayani sesuai kemampuan yang ada.

“Kalau bantuan tanggap darurat semacam hari ini, kita pihak PUPR menyiapkan peralatannya seperti kawat bronjong dan batu serta eksa apabila dibutuhkan dan masyarakat kita minta untuk bantu personil,” pungkasnya.***

Penulis – Ronny|Editor – Chris

Popular Articles