ATAMBUA, The East Indonesia – Pada peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Pusat menargetkan untuk Indonesia bisa bebas dari penyakit malaria pada tahun 2023 mendatang.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan Belu menggelar kegiatan Napak Tilas 77 Tahun Indonesia Merdeka, “Red Belt to fardicate anopheles larva and mass blood survey (MBS) Malaria”.
Kegiatan ini dilakukan di belasan desa yang berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokatik Timor Leste.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty saat menghadiri kegiatan tersebut di Kantor Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, Senin pagi (22/08/2022) menjelaskan bahwa pada peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia, diharapkan pada tahun 2023 mendatang masyarakat Indonesia sudah bebas dari penyakit malaria.
“Menindaklanjuti itu, pada tahun ini, salah satu road show dari Dinas Kesehatan terhadap eliminasi malaria di akhir Desember 2023,” tandasnya.
Ansilla Mutty menginginkan lewat kegiatan ini, masyarakat semakin dicerahkan dan memiliki keinginan yang sama, mendukung program Pemerintah Pusat hingga kabupaten untuk bersama mewujudkan Indonesia bebas malaria di tahun 2023.
“Dengan momentum semangat Kemerdekaan Indonesia ini, Kita memiliki komitmen yang sama untuk merdeka dari malaria di tahun 2023,” ungkap Ansila.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu melalui program ini, menyasar 11 Desa Perbatasan Kabupaten Belu guna melakukan survei perkembangan malaria di wilayah Belu.
“Setelah kegiatan ini, nantinya akan adanya pemeriksaan darah secara massal, yang dilaksanakan secara massal dan serentak di 11 desa perbatasan. Sehingga kita bisa tahu ini penyakit asli atau tidak. Karenanya kita harapkan kita (Kabupaten Belu) bisa merdeka dari penyakit ini,” harapnya.
Sementara itu, Camat Nanaet Duabesi, Vinsensius Mau, ST, MT saat membuka kegiatan “Napak Tilas 77 Tahun Indonesia Merdeka, Red Belt Road to Eradicate Anopheles Larva dan Mass Blood Survey” Menuju Eliminasi Malaria 2023 menyampaikan apresiasi oleh karena Kecamatan Nanaet Duabesi juga dipilih menjadi salah satu tempat diadakannya kegiatan napak tilas 77 tahun Indonesia Merdeka dari penyakit malaria.
Dikatakan bahwa, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat semakin baik pemahamannya terhadap bahaya malaria dan bagaimana upaya-upaya pemberantasan nyamuk Larva Anopheles.
“Dan hari ini, terima kasih karena dari Dinas Kesehatan Belu sudah mengunjungi untuk berbagi informasi berkaitan dengan malaria. Ditargetkan bahwa Indonesia khususnya Belu 2023 bebas malaria. Ini suatu langkah yang sangat baik,” ucapnya.
Camat Vinsensius mengaku bahwa permasalahan kesehatan di Nanaet Duabesi cukup kompleks sehingga membutuhkan perhatian lebih dari Pemerintah Daerah.
“Selain Malaria, persoalan stunting, kami Kecamatan Nanat Duabesi berada di 4 besar di Kabuaten Belu, semoga bisa turun di bulan Agustus 2022 ini,” jujur Vincent.
Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Kepala Puskesmas Laktutus, Unsur TNI-Polri di perbatasan, para Kepala Desa dan para Ibu Kader Pos Yandu Kecamatan Nanaet Duabesi. (Ronny)


