ATAMBUA, The East Indonesia – Bupati Belu dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM melaksanakan peninjauan ke Gedung Mini Pabrik Pakan Ternak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, wilayah Perbatasan langsung Negara RI-RDTL, pada Senin 15 Januari 2024.
Turut mendampingi Bupati Agustinus Taolin ke lokasi pabrik pakan ternak yaitu Kadis Perdagin, Fransiskus X. Asten, S.Sos bersama jajaran dan Direktur Perumda Belu Bhakti, Ventje J. R. Abanit, SE, AKT.
Disana hadir juga Tenaga Ahli Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Prof. Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D.
Bupati Belu mengajak bahwa kehadiran dirinya adalah untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dirinya meyakini kehadiran Pabrik Pakan Ternak diwilayah perbatasan RI-RDTL, Kabupaten Belu ini menjadi solusi bagi permasalahan peternakan unggas diwilayah itu.
Selain itu bisa menarik minat investasi dalam pengembangan usaha peternakan lainnya.
Bupati Belu menerangkan Gedung Mini Pabrik Pakan Ternak memiliki bangunan fisik dan mesin-mesinnya didalamnya namun belum beroperasi.
“Saat ini masih menunggu beberapa infrastruktur penunjang, seperti listrik yang akan diinstalasi dan lainnya. Dalam satu atau dua bulan ke depan, pabrik ini sudah bisa berfungsi dan menjadi salah satu sumber bahan baku pakan ternak untuk unggas dan lainnya,” pintanya.
Dengan akan beroperasinya pabrik pakan ternak ini, Bupati Belu, Agustinus Taolin yang juga adalah seorang dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Gastroentero Hepatologi Indonesia ini menghimbau agar masyarakat atau para petani dapat menyediakan bahan baku atau menanam jagung sebanyak-banyaknya sesuai dengan kapasitas lahan yang ada.
“Masih banyak lahan kosong milik masyarakat yang belum diolah, termasuk lahan-lahan milik pemerintah. Kita akan berkoordinasi untuk melakukan penanaman jagung sehingga bisa suplai bahan baku ke pabrik ini,” katanya.
Ia menambahkan, disamping tingkatkan bahan baku berupa jagung, tentu kita perlu hadirkan konsentrat yang mengandung nutrisi utama berupa energi dan protein, yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu gizi pakan sehingga mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ternak.
Disampaikan pula, selain ketersediaan bahan baku, juga penataan manajemen pengelolaan pabrik, termasuk proses marketingnya.
“Kita tunggu saja tindaklanjutnya dengan berbagai masukan dari para ahli dan teknokrat serta lain-lainnya untuk membentuk struktural organisasinya,” ujar Bupati Agus Taolin.
Sementara itu Dosen Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Prof. Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D yang juga ada di lokasi tersebut menjelaskan bahwa, keterlibatan dirinya dalam pembangunan rumah produksi pakan ternak ini atas undangan dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Republik Indonesia dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu.
“Kami ada tim yang merancang gedung ini beserta semua peralatan apa saja yang ada di dalamnya,” ucap Profesor Lusje Nale.
Disampaikan pula, Gedung Mini Pabrik Rumah Pakan yang bersumber dari dana DAK ini akan memproduksi kurang lebih 5 ton pakan per hari. Selain rumah pakan, ada juga ruang produksi, ruang penyimpanan bahan baku, ruang penyimpanan pakan, ruang laboratorium, ruang kantor dan ruang-ruang UMKM. Tidak hanya itu, ada juga ruang uji coba pakan sebelum pendaftaran dan sertifikasi untuk didistribusikan atau di komersilkan.
“Selain itu ada ruang pengeringan bahan baku, yang berfungsi untuk menjamin mutu bahan baku terutama biji-bijian jagung yang akan dipergunakan sebagai bahan baku sumber energi,” jelasnya.
Dengan adanya mesin berkapasitas 0.5 ton per jam ini, Prof Lusje Nalle mengatakan bahwa bukan hanya memproduksi pakan untuk ternak ayam, tetapi juga bisa untuk pakan ternak babi dan sapi dengan memakai bahan baku lokal sesuai rekomendasi pihak Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI. (Ronny)


