Monday, January 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Monumen Seroja Halilulik Dirusak Beberapa Remaja, Bupati Belu : Harus Tumbuhkan Rasa Memiliki Untuk Menjaga dan Merawat Tempat Kita

ATAMBUA, The East Indonesia – Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM sangat menyayangkan perilaku pengrusakan Monumen Seroja Ignatius Sumantri Halilulik di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat.

Pengrusakan yang diduga dilakukan oleh 5 orang remaja ini beroperasi pada dini hari pukul 02:00 WITA, Jumat, 9 Mei 2024.

Akibat pengrusakan tersebut lampu hias yang mengelilingi Monumen Seroja Ignatius Sumantri yang dipoles untuk mendapatkan nilai estetika atau keindahan lingkungan di tempat tersebut menjadi rusak parah.

Monumen Seroja Ignatius Sumantri Halilulik ini oleh pendahulu dibangun untuk diperingati sebagai perjuangan dari Kabupaten Belu untuk berkembang dalam kesejahteraannya.

Menanggapi atas pengrusakan Monumen Seroja Ignatius Sumantri Halilulik ini, Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin langsung turun ke lokasi untuk melihat semua kerusakan yang ada.

Setelah melihat kerusakan yang ada, Bupati Belu yang juga adalah putra asli Naitimu ini menyambangi Polsek Tasifeto Barat yang mana Polsek sementara mengamankan 5 remaja Halilulik yang merupakan terduga kasus pengrusakan Monumen Seroja Ignatius Sumantri Halilulik.

“Hari ini kita mendapat laporan ada pengrusakan Monumen Seroja yang kita bangun pakai uang rakyat Belu. Kita datang untuk melihat langsung kerusakan yang ada dan kita juga menyambangi Kepolisian Sektor Tasifeto Barat Resor Belu, untuk melihat para terduga pelaku yang sudah diamankan,” ujar dokter Agustinus Taolin.

Karena itu, kepada Kapolsek Tasifeto Barat, IPDA Sam Ihim dan jajarannya, Bupati Belu mengucapkan terimakasih kerja cepat yang dilakukan oleh Kapolsek Tasifeto Barat dan jajarannya.

“Terimakasih atas kerja Pak Kapolsek dan jajaran dalam mengamankan para terduga pelaku yang adalah anak-anak kita ini,” tuturnya.

Dihadapan Kapolsek Tasifeto Barat, Bupati Belu juga berpesan untuk menitipkan keamanan di wilayah hukum Kepolisian Sektor Tasifeto Barat Resor Belu.

Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin berharap anak-anak remaja yang diduga merusak Monumen Seroja Halilulik ini tidak disuruh atau diperintahkan oleh orang yang lebih tua karena apabila ini terjadi maka orang itu secara sengaja telah mencelakakan dan membentuk mental yang negatif untuk anak sebagai generasi harapan bangsa khususnya Kabupaten Belu.

Melihat pengrusakan yang terjadi di Monumen Seroja Ignatius Sumantri Halilulik, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM meminta untuk semua masyarakat Belu khususnya yang ada di Kecamatan Tasifeto Barat dan sekitarnya untuk menumbuhkan rasa memiliki untuk menjaga dan merawat tempat/spot yang telah dibuat oleh Pemerintah bagi masyarakatnya.

“Harus tumbuhkan rasa memiliki untuk menjaga dan merawat tempat kita. Masyarakat harus memiliki mempunyai perasaan bangga dan juga ikut memiliki wilayah kita sehingga apa yang sudah dibangun oleh Pemerintah bisa dirawat secara bersama,” imbuhnya.

Bupati Belu, Agustinus Taolin yang juga adalah seorang dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Gastroentero Hepatologi Indonesia ini mengatakan bahwa Pemerintah juga akan berkoordinasi dan melakukan evaluasi serta membuat perbaikan pada kerusakan yang dilakukan oleh beberapa remaja tersebut.

Untuk diketahui, Sejak monumen Seroja ini dipoles dengan bantuan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTT Bidang Lingkungan kepada Pemerintah Kabupaten Belu melalui Program Belu Berbunga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Belu Tahun 2023, selalu menjadi tempat nongkrong anak-anak muda dari Kecamatan Tasifeto Barat hingga Kecamatan Raimanuk dan sekitarnya.

Selain itu, Monumen yang dipoles menjadi indah ini juga menjadi spot foto bagi masyarakat sekitar. (Ronny)

Popular Articles