Friday, May 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2024, PLT Bupati Belu Beri Pesan Penting Ini!

ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Belu menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pahlawan 2024 dengan penuh khidmat di Taman Makam Pahlawan Seroja Haliwen, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Senin (11/11/2024)

Plt. Bupati Belu Dr. Aloysius Haleserens, bertindak sebagai Inspektur Upacara yang turut dihadiri oleh Forkompimda Kabupaten Belu, Sekda Belu Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si, Dekan Politeknik Ben Mboi Unhan RI Belu, Agen Consulado Democratica Timor Leste, Ketua Pengadilan Agama Atambua, Danyon Yonif RK 744/SYB, Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Danki Kav. KKA, Danki Bataliyon A Pelopor dan Komandan Sub Detasemen Polisi Militer IX /103 Atambua.

Turut hadir para Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, para pimpinan Instansi Vertikal, para Pimpinan BUMN dan BUMD, Camat Kota Atambua, Camat Atambua Selatan, Camat Atambua Barat, para lurah se Kota Atambua, perwira TNI/POLRI, Ketua LVRI, para Pimpinan Organisasi Wanita, para ASN, Mahasiswa dan Siswa-siswi SMA dan SMP.

Dalam kesempatan ini, Plt Bupati Belu menyampaikan amanat dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Amanat tersebut menyoroti tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, yakni Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu.

Tema Peringatan hari Pahlawan Tahun 2024 adalah: “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu”. Tema ini mengandung makna yang dalam. “Teladani Pahlawanmu’”, berarti bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan.

Adapun “Cintai Negerimu” mengandung makna bahwa apapun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia. Terlebih dalam situasi global yang sukar diprediksi ini maka mencintai negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa.

Disampaikannya pula bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini berbeda dari era perjuangan fisik melawan penjajah. Tantangan masa kini meliputi upaya melawan kemiskinan dan kebodohan yang masih membelenggu sebagian masyarakat.

“Semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata untuk menciptakan kesejahteraan sosial dan kemakmuran yang inklusif,” ucap Plt Bupati Belu saat membacakan amanat Menteri Sosial.

Plt Bupati Aloysius Haleserens juga menekankan pentingnya menjaga api perjuangan tetap menyala di segala bidang kehidupan, demi mengangkat martabat bangsa Indonesia di pentas dunia. Ia juga mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai luhur para pahlawan pendahulu.

“Marilah kita terapkan semangat kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tindakan kecil yang membawa manfaat bagi sesama,” ujarnya

Proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun, hal ini terkait dengan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia. Pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya dan keterbatasannya. Ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia.

“Oleh karenanya semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat dimanapun berada,” ujar Plt. Bupati Belu

Kemajuan sebuah bangsa bukan saja diukur dari kemampuannya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun kemajuan sebuah bangsa juga diukur dari kemampuannnya mengelola permasalahan sosial.

Tantangannya ke depan bahwa kita sepakat NKRI adalah untuk masa depan, rumah kita bersama sampai akhir hayat, tentunya ini membuka kesempatan bagi seluruh bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik dalam koridor menjadikan NKRI sebagai bangsa yang bermartabat dalam pergaulan global.

Siapapun berkesempatan untuk berjuang mempertahankan NKRIdan membangun kemajuan NKRI Meski tugas para pahlawan terdahulu telah selesai dan berhasil mewujudkan NKRI, maka berikutnya kita berharap muncul sosok pahlawan yang memberikan pencerahan, memberikan harapan dan melakukan tindakan terhormat membawa bangsa Indonesia mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan.

“Itu semua dapat dilakukan oleh siapapun. Oleh karenanya kita berharap peringatan Hari Pahlawan dari tahun ke tahun tidak sekedar ulang tahun mengulang-ulang apa yang rutin kita lakukan, kita berharap pada setiap momen Peringatan Hari Pahlawan muncul semangat baru, muncul sosok warga negara Indonesia yang berhasil mengeluarkan inovasi baru untuk mengimplementasikan nilai kepahlawanan sesuai dengantantangannya saat ini,” imbuh Plt Bupati Belu.

Pada akhirnya jangan pernah lelah untuk berbuat yang terbaik meneladani dan mewarisi nilai-nilai kepahlawanan. Mari kita implementasikan sifat-sifat kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat mulai dari diri kita,mulai dari hal yang paling kecil yang dapat dilakukan di sekitar kita untuk kemaslahatan masyarakat.

“Semoga kita semua mampu meneladani dan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan serta mewariskannya kepada generasi yang akan datang,” terang Plt. Bupati Belu.(Rony)

Popular Articles